Sabtu, 10 Januari 2026 – Cloudways, nama yang tak asing bagi pengembang situs web WordPress, dikenal dengan konsepnya yang sederhana: menyajikan hosting berbasis cloud yang kuat dengan pengelolaan semudah mungkin. Platform ini telah lama diakui sebagai salah satu penyedia hosting WordPress terbaik, berkat infrastruktur yang tangguh, aplikasi khusus, dan tech stack unggulan.
Seorang penulis teknologi, Timothy Shim, yang juga pengguna Cloudways untuk beberapa situs webnya, memutuskan untuk menguji platform ini dengan sudut pandang baru. Ia ingin melihat sejauh mana kemudahan dan efisiensi yang bisa dicapai dalam waktu 60 menit menggunakan Cloudways.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Memulai Perjalanan: Pendaftaran dan Konfigurasi Awal
Proses pendaftaran di Cloudways dirancang sangat sederhana. Halaman utama menampilkan tombol “Try Now Free” yang menarik perhatian, diperkuat dengan informasi bahwa uji coba tiga hari tidak memerlukan kartu kredit. Pembuatan akun hanya membutuhkan detail dasar seperti nama, email, dan nomor telepon, yang diperlukan untuk verifikasi akun melalui autentikasi multifaktor.
Setelah registrasi, pengguna dihadapkan pada pilihan antara Cloudways Autonomous atau Cloudways Flexible. Timothy Shim memilih opsi Cloudways Flexible yang lebih terjangkau, dimulai dari $12 per bulan. Langkah berikutnya, yang mungkin sedikit menantang bagi yang belum terbiasa dengan cloud hosting, adalah memilih penyedia infrastruktur, jenis server, dan konfigurasi. Meskipun sebagian besar penyedia memiliki harga serupa, AWS dan Google Cloud secara konsisten lebih mahal.
Memilih DigitalOcean, yang merupakan pemilik Cloudways, Timothy Shim memilih server dasar dengan konfigurasi minimal. Penting untuk dicatat, konfigurasi standar Cloudways menawarkan server premium dengan RAM 4GB. Bagi yang belum yakin, disarankan untuk memilih server standar seharga $12 per bulan. Setelah konfigurasi, server siap dalam waktu sekitar 7 menit. Namun, satu kekurangan yang ditemukan adalah tidak adanya layanan email dalam paket Cloudways; fitur ini memerlukan add-on Rackspace seharga $1 per bulan per alamat email.
Akses dan Pengelolaan WordPress
Setelah server siap, muncul notifikasi “Upgrade Flexible Plan” yang bisa menyesatkan. Timothy Shim menemukan bahwa akses ke server dan aplikasi sebenarnya dapat dilakukan melalui opsi sidebar. Setelah beberapa klik, ia berhasil masuk ke layar manajemen aplikasi, tempat aplikasi WordPress yang diminta saat pengaturan awal dapat diakses. Dari sini, pengelolaan situs WordPress dapat dilakukan seperti biasa melalui panel admin, tanpa perlu mengubah pengaturan server atau aplikasi di awal.
Menariknya, Cloudways juga mengirimkan email onboarding yang menjelaskan cara migrasi situs WordPress ke platform mereka, yang dalam konteks pengujian ini, diabaikan.
Saat mencoba masuk ke panel admin WordPress, Timothy Shim mengalami sedikit kendala karena kata sandi bawaan ditolak. Setelah mengubah kata sandi admin WordPress, ia berhasil masuk. WordPress di Cloudways dilengkapi dengan dua plugin tambahan secara standar: Breeze, plugin cache WordPress asli Cloudways, dan Object Cache Pro, cache objek Redis untuk WordPress.
Mureks merangkum, pengalaman bekerja dengan situs WordPress di Cloudways tidak berbeda jauh dengan platform lain, meskipun tidak menyediakan alat bantu pemula seperti yang ditawarkan Hostinger atau Bluehost. Untuk hosting WordPress spesifik, Cloudways tetap menjadi pilihan utama. Timothy Shim berhasil mengunggah situs sampel, termasuk plugin, konfigurasi, tema, dan database, dalam waktu kurang dari 10 menit, diikuti dengan 5 menit untuk memperbarui plugin dan tema.
Performa dan Fitur Unggulan
Dengan situs sampel yang terpasang, Timothy Shim melakukan benchmark cepat. Hasilnya menunjukkan performa Cloudways berada pada tingkat rata-rata, meskipun menggunakan opsi termurah. Ia yakin performa akan meningkat setelah menambahkan Content Distribution Network (CDN) dan menyempurnakan plugin caching.
Salah satu aspek yang paling menonjol adalah kemudahan penggunaan Cloudways. Bagi pengguna yang terbiasa dengan shared hosting atau unmanaged Cloud/VPS, konfigurasi, keamanan, dan pemeliharaan seringkali menjadi mimpi buruk. Cloudways, sebaliknya, membantu mengelola hampir semua hal hanya dengan beberapa klik atau plugin khusus, layaknya memiliki antarmuka grafis (GUI) di lingkungan yang biasanya didominasi operasi baris perintah.
Pengaturan Aplikasi dan Pemantauan
- Pengaturan Aplikasi: Dengan beberapa klik, pengguna dapat mengonfigurasi segala hal tentang aplikasi yang berjalan, termasuk akses file, caching, optimasi Cron, versi PHP, hingga konfigurasi PHP lanjutan seperti batas memori, waktu eksekusi, dan ukuran file.
- Pemantauan Server: Cloudways menyediakan opsi pemantauan komprehensif, termasuk analitik lalu lintas, penggunaan disk, koneksi database, dan lainnya. Informasi ini membantu mengidentifikasi hambatan aplikasi, seperti kueri database yang lambat atau pekerjaan Cron yang berjalan.
Keamanan dan Web Stack
Aspek keamanan di Cloudways cukup menarik. Meskipun menawarkan pemindai malware bawaan yang hanya memberi tahu jika situs terinfeksi, layanan pembersihan malware memerlukan langganan add-on tambahan seharga $4 per bulan untuk satu hingga empat situs web.
Cloudways juga menawarkan pilihan antara dua web stack: Hybrid atau Lightning. Lightning, yang digunakan secara default, menawarkan konfigurasi server yang lebih cepat dengan fokus pada Nginx. Sementara itu, stack Hybrid menggunakan campuran Apache dan Nginx, yang lebih tua namun menawarkan kompatibilitas lebih baik untuk penerapan yang lebih kompleks seperti WordPress multisite.
Untuk situs berskala besar atau perusahaan, Cloudways menawarkan Cloudways Autonomous, dimulai dari $100 per bulan. Paket ini menyediakan hosting high-availability yang secara otomatis menyesuaikan skala dengan lalu lintas web, dilengkapi fitur tambahan seperti Cloudflare Enterprise, load balancing, dan PHP workers tak terbatas.
Dukungan dan Kesimpulan
Menjelang akhir pengujian, Timothy Shim menyadari minimnya intervensi Cloudways selama ia menjelajahi platform. Ini memunculkan pertanyaan tentang dukungan. Mengklik tombol dukungan, ia diberikan opsi untuk memulai live chat, membuka tiket dukungan, atau mencari solusi mandiri melalui artikel dukungan. Opsi dukungan komunitas hanya mengarah ke halaman Facebook mereka, yang bukan merupakan komunitas dukungan tradisional. Namun, artikel dukungan yang tersedia cukup informatif, mencakup berbagai topik mulai dari penagihan hingga masalah teknis seperti kompatibilitas PHP.
Secara keseluruhan, dengan sudut pandang baru, Cloudways terbukti fokus pada penyediaan pengalaman yang mulus bagi pengguna yang ingin memasuki dunia cloud hosting. Meskipun ada terminologi yang mungkin membingungkan pemula, pengalaman ini jauh lebih baik daripada harus berhadapan langsung dengan baris perintah di akun cloud atau VPS kosong. Cloudways memprioritaskan penyelesaian hal-hal penting terlebih dahulu, memungkinkan pengguna menyebarkan situs WordPress dengan sedikit kerumitan, termasuk migrasi situs dengan plugin khusus. Setelah itu, pengguna dapat dengan leluasa menjelajahi berbagai opsi konfigurasi yang ditawarkan Cloudways.





