Nasional

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan 17.073 IFP Tersalurkan di Sumut, Dorong Pembelajaran Digital

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengumumkan bahwa sebanyak 17.073 unit Interactive Flat Panel (IFP) atau panel interaktif digital telah tersalurkan untuk sekolah-sekolah di Sumatera Utara. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah dalam memaksimalkan digitalisasi pendidikan di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya pada peresmian revitalisasi satuan pendidikan di SMK Negeri 7 Medan, Minggu (4/1), Mu’ti menjelaskan bahwa pada tahun 2025, total 288.865 IFP telah didistribusikan ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. “Panel interaktif digital yang untuk tahun 2025 ini dibagikan untuk lebih dari 288.000 satuan pendidikan. Lebih tepatnya adalah 288.865 di seluruh Indonesia,” kata Mu’ti.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Khusus untuk wilayah Sumatera Utara, Mureks mencatat bahwa jumlah IFP yang disalurkan mencapai 17.073 unit. Mu’ti berharap perangkat ini dapat segera dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. “Semoga, mudah-mudahan dalam waktu singkat semuanya sudah dapat dipergunakan, terutama pada semester kedua tanggal 5 Januari yang akan datang,” ujarnya, merujuk pada dimulainya semester baru hari ini, Senin (5/1).

Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana di Sumut

Selain fokus pada digitalisasi, Mu’ti juga menyoroti kondisi 1.215 sekolah di Sumatera Utara yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Pihaknya terus melakukan upaya penanggulangan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal secepatnya.

Mu’ti membeberkan progres pemulihan sekolah-sekolah tersebut menjelang dimulainya kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada 5 Januari. “Yang siap beroperasi untuk KBM pada tanggal 5 Januari nanti ada 1.157, atau 95.23 persen. Yang belajar menggunakan tenda ada 19, atau 1.6 persen, dan yang masih proses pembersihan ada 29 atau 2.4 persen,” rincinya.

Ia menambahkan, sebagian besar sekolah diharapkan sudah dapat beroperasi normal hari ini. “Insyaallah, pada tanggal 5 nanti, besok berarti, sekolah-sekolah tersebut sudah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” kata Mu’ti.

Untuk sekolah yang masih dalam proses pembersihan atau harus belajar di tenda, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan surat edaran. Surat tersebut berisi penjelasan mengenai pembelajaran dan asesmen dengan kurikulum yang dirancang khusus untuk kondisi darurat.

Mu’ti menekankan pentingnya fleksibilitas bagi sekolah yang belum memiliki sarana prasarana ideal. “Tetap menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem yang adaptif. Yang penting adalah semangat kita untuk bangkit, semangat kita untuk dapat belajar dan bersemangat meraih masa depan,” pungkasnya.

Mureks