Teknologi

Mencoba Kacamata Pintar Even G2: Desain Minimalis yang Jadi Pelajaran Berharga bagi Meta dan Google

Dalam dunia teknologi wearable, prinsip “lebih sedikit itu lebih baik” seringkali menjadi kunci keberhasilan. Konsumen mendambakan perangkat yang ringan, minimalis, dan bergaya, yang mudah disalahartikan sebagai aksesori analog biasa. Pelajaran penting ini, menurut pantauan Mureks, sangat ditekankan oleh kacamata pintar Even G2 dari Even Realities, yang sempat dijajal langsung di ajang CES 2026 di Las Vegas.

Jurnalis Mureks berkesempatan bertemu dengan CEO Even Realities, Will Wang, yang menyerahkan sepasang kacamata Even G2 yang stylish dan sangat ringan. Kacamata seharga 599 dolar AS (belum termasuk lensa resep) ini sekilas tampak seperti kacamata biasa. Bingkai dan tangkainya tipis, dengan satu-satunya indikasi teknologi canggih adalah dua tonjolan berbentuk pil di ujung setiap tangkai (yang akan berada di belakang telinga saat dipakai) dan, dari sudut pandang tertentu, samar-samar terlihat tampilan gelombang yang tertanam di tengah salah satu lensa.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Wang, yang sebelumnya bekerja di Apple dan terlibat dalam tim Apple Watch, menjelaskan bahwa Even G2 tidak memiliki banyak daya komputasi internal. Sebaliknya, perangkat ini sangat bergantung pada smartphone pengguna untuk konektivitas, pemrosesan komputasi berat, dan permintaan AI (atau mengirimkan beberapa permintaan AI ke cloud).

“Tidak ada kamera pada bingkai; fokusnya adalah pada layar gelombang yang memberikan utilitas kepada pemakai,” ujar Wang. Kontrol dilakukan melalui tonjolan sensitif sentuhan di bagian belakang tangkai, yang merespons ketukan, gesekan, dan tekan lama.

Meski awalnya buram karena tidak disesuaikan dengan resep mata, tampilan monokrom yang tajam segera mengejutkan. Teks dan elemen antarmuka berwarna hijau cerah, memberikan kesan tampilan heads-up display dengan resolusi CRT tertinggi. Teknologi waveguide pada kacamata ini bahkan mampu menciptakan ilusi layar hingga 40 inci yang mengambang di depan pengguna.

Even G2 memang tidak memiliki kamera untuk mendukung kontrol gerakan, namun dapat dipasangkan dengan Smart Ring R1 opsional seharga 249 dolar AS. Cincin ini menduplikasi antarmuka kontrol gerakan yang ditemukan di bagian belakang kacamata pintar, sekaligus menawarkan fitur pelacakan kesehatan.

Saat Wang mulai berbicara dalam bahasa Mandarin, jurnalis Mureks dapat membaca terjemahan waktu nyata dengan jelas tanpa kehilangan kontak mata. Meskipun terjemahan ditangani di ponsel, Even G2 memiliki pemrosesan internal untuk menangani audio, pengurangan kebisingan, manajemen tampilan, dan komunikasi dengan smartphone.

Fitur navigasi belokan demi belokan juga dicoba. Meskipun tampilan monokrom tidak menghasilkan peta berwarna yang sangat detail, panah yang mewakili posisi dan orientasi pengguna terlihat jelas bersama dengan arah. Saat kepala digerakkan, kacamata menyesuaikan arah panah. Kacamata ini juga mendukung notifikasi dan berinteraksi dengan LLM favorit seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity.

Navigasi antarmuka menggunakan tonjolan sensitif sentuhan di belakang telinga terasa sederhana, dan kejernihan antarmuka menghilangkan kebingungan.

Berkat desain minimalisnya, Even G2 menjanjikan daya tahan baterai yang kuat, diklaim mampu bertahan hingga dua hari dengan sekali pengisian penuh. Mureks mencatat bahwa Even Realities bukanlah satu-satunya perusahaan kacamata pintar yang berupaya menciptakan perangkat yang lebih ringan, lebih menarik, dan tahan lama. Namun, sebagian besar kacamata lain, terutama yang memiliki tampilan warna penuh dan kamera tersemat, masih memiliki ukuran yang lebih besar, terutama pada tangkai, dan umumnya daya tahan baterai yang lebih pendek.

Even G2 menawarkan “kecerdasan tersembunyi” tanpa potensi masalah privasi yang terkait dengan kamera yang selalu aktif. Meskipun harganya tidak murah, dan cincin opsional serta lensa resep menambah biaya, pengalaman menjajal Even G2 menunjukkan bahwa Even Realities berada di jalur yang benar. Kompetitor di pasar wearable dapat belajar banyak dari pendekatan perusahaan ini.

Mureks