Las Vegas, Rabu, 07 Januari 2026 – Lenovo kembali mencuri perhatian di ajang Lenovo Tech World dan CES 2026 dengan memperkenalkan inovasi terbarunya: Legion Pro Rollable. Laptop gaming ini hadir dengan layar 16 inci yang secara ajaib dapat membesar hingga 23.8 inci hanya dengan satu klik tombol. Sebuah konsep yang memukau, namun sekaligus memunculkan pertanyaan besar mengenai relevansinya di pasar.
Ini bukanlah kali pertama Lenovo memamerkan prototipe laptop layar gulung. Sebelumnya, pada CES 2025, mereka telah memperkenalkan ThinkBook Plus Gen 6 Rollable. Namun, Legion Pro Rollable menjadi yang pertama dengan layar gulung horizontal dan implementasi pertama pada laptop gaming.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Pengalaman Langsung dengan Layar yang Fleksibel
Bintang utama dari perangkat ini adalah layar PureSight OLED 16 inci yang dapat digulung. Layar ini dapat berekspansi dari ukuran minimum 16 inci, yang disebut “Focus Mode” (rasio aspek 16:10), menjadi 21.5 inci dalam “Tactical Mode” (21:9), dan mencapai ekspansi maksimal 23.8 inci dalam “Arena Mode” (24:9) hanya dengan pintasan keyboard sederhana.
Menurut Mureks, pengalaman langsung menjajal fitur ekspansi layar ini sangat mengesankan. Layar tidak memerlukan waktu ‘berpikir’ untuk membesar atau mengecil; tidak ada kedipan hitam atau indikator ‘ekspansi sedang berlangsung’. Cukup dengan satu klik tombol, layar langsung menyesuaikan ukurannya tanpa jeda.
Meskipun Lenovo belum memuat game apa pun pada Legion Pro Rollable saat pengujian, spesifikasinya cukup menjanjikan dengan refresh rate 240Hz dan waktu respons 1ms. Pada ukuran minimum 16 inci, laptop ini terlihat ramping dengan tingkat polesan khas Lenovo. Namun, saat layar mengembang penuh, tampilannya menyerupai komputer dari film fiksi ilmiah, dengan proporsi yang menarik dan bezel ultra-tipis.
Seorang perwakilan Lenovo menyebutkan bahwa pengguna dapat menutup laptop saat layar dalam kondisi mengembang penuh, meskipun hal tersebut mungkin tidak ideal untuk durabilitas layar.
Spesifikasi dan Fitur Lainnya
Selain fitur layar gulung, Legion Pro Rollable adalah laptop gaming kelas atas yang tangguh. Perangkat ini dilengkapi dengan keyboard RGB berukuran penuh yang responsif, trackpad besar yang mulus, dan pilihan port yang solid. Sebuah bilah lampu RGB juga tersemat di sepanjang tepi bawah bagian belakang laptop, menambah kesan futuristik.
Secara internal, Legion Pro Rollable dibekali perangkat keras kelas atas, termasuk GPU seluler Nvidia RTX 5090 dan prosesor Intel Core Ultra 9.
Pertanyaan tentang Kebutuhan Pasar
Lenovo memposisikan Legion Pro Rollable sebagai solusi bagi para atlet esports yang sering bepergian dan membutuhkan layar besar untuk berlatih, serupa dengan yang mereka gunakan dalam turnamen. Konsep ini masuk akal, mengingat kemudahan membawa laptop gaming 16 inci dibandingkan monitor 24 inci.
Namun, tim redaksi Mureks mempertanyakan apakah ini adalah masalah yang benar-benar perlu dipecahkan. Banyak organisasi esports besar menyediakan peralatan untuk pemain di lokasi turnamen, seringkali melalui sponsor. Pemain jarang diharapkan membawa PC dan monitor mereka sendiri ke acara tersebut, meskipun banyak yang memilih membawa periferal seperti keyboard dan mouse pribadi.
Bagi para profesional FPS, pengaturan dan sudut pandang sangat krusial untuk performa terbaik, seringkali menempatkan monitor pada posisi yang sama persis setiap saat dan duduk hanya beberapa inci dari layar. Perlu dicatat, meskipun layar dapat mengembang secara horizontal, posisi vertikalnya tidak dapat diatur tanpa bantuan dudukan laptop atau trik tumpukan buku.
Untuk gamer PC kasual, perangkat ini kemungkinan bukan solusi yang paling hemat biaya di pasaran. Akan lebih baik berinvestasi pada laptop gaming budget berkualitas dan monitor 24 inci eksternal. Meskipun tidak menawarkan kemudahan portabilitas monitor, layar laptop yang lebih kecil tetap dapat digunakan dalam keadaan darurat.
Terlepas dari keraguan akan permintaan pasar, Legion Pro Rollable adalah bukti konsep. Ini adalah upaya Lenovo untuk mendorong batas-batas ‘normal’ dalam komputasi, menantang limit teknologi modern, dan menghasilkan ide-ide baru. Untuk itu, inovasi ini patut diapresiasi.






