Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia pada hari pertama tahun 2026. Pemilihan pelatih asal Inggris ini menarik perhatian publik mengingat reputasinya dalam membangun tim nasional dari nol hingga mampu bersaing di kancah internasional.
Herdman kini dihadapkan pada target ambisius untuk membawa Timnas Indonesia kembali tampil kompetitif dan disegani, khususnya di kawasan Asia. Isu mengenai keterkaitan John Herdman dengan kursi pelatih Timnas Indonesia sebenarnya telah berembus sejak beberapa waktu lalu. Sorotan kian menguat setelah muncul laporan bahwa Herdman menepis sejumlah tawaran dari negara lain demi proyek jangka panjang bersama Indonesia. Mureks mencatat bahwa keputusan itu dipandang sebagai sinyal kuat ketertarikan Herdman terhadap potensi dan visi sepak bola Indonesia.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Ia disebut melihat fondasi yang sedang dibangun sebagai peluang besar untuk menciptakan perubahan nyata. Menurut analisis Football Tribe Asia pada 19 Desember 2025, pendekatan dan profil Herdman dinilai sangat sejalan dengan arah pengembangan Timnas Indonesia. Hal ini mencakup pembinaan mental, pembentukan struktur permainan, hingga pembangunan identitas tim dalam kompetisi internasional.
Prestasi Gemilang Herdman Bersama Timnas Kanada
Nama John Herdman mulai melambung berkat kiprahnya bersama Tim Nasional Kanada senior pada periode 2018 hingga 2023. Dalam rentang waktu tersebut, ia memimpin Kanada dalam 58 pertandingan dengan rata-rata raihan 1,98 poin per laga.
Puncak pencapaiannya adalah keberhasilan membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun dan menjadi tonggak kebangkitan sepak bola Kanada di level dunia. Di bawah arahan Herdman, Kanada berkembang menjadi tim dengan identitas kuat, tampil agresif, berani menekan, dan sulit ditaklukkan, bahkan saat menghadapi kekuatan mapan di zona CONCACAF.
Efektivitas di Level Internasional dan Keyakinan PSSI
Catatan Herdman memang tidak seimpresif itu ketika menangani Toronto FC di Major League Soccer, di mana ia hanya mencatatkan rata-rata 1,20 poin per laga dari 46 pertandingan. Namun, perbedaan tersebut justru mempertegas keunggulan Herdman sebagai pelatih tim nasional.
Ia dinilai lebih efektif dalam format turnamen dan proyek jangka menengah, di mana pembangunan mental dan identitas tim menjadi faktor utama. Pengalaman inilah yang membuat PSSI yakin Herdman merupakan sosok ideal untuk memimpin Timnas Indonesia, terutama menghadapi agenda internasional yang menuntut konsistensi dan ketahanan mental. Menurut pantauan Mureks, keyakinan PSSI ini didasari rekam jejak Herdman yang terbukti mampu membangun timnas dari nol.
Fleksibilitas Taktik dan Filosofi Permainan
Salah satu kelebihan utama John Herdman adalah fleksibilitas taktik. Ia tidak terpaku pada satu skema baku, melainkan menyesuaikan pendekatan permainan dengan karakter pemain dan kekuatan lawan. Saat menangani Kanada, Herdman kerap menggunakan formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1. Skema tersebut dirancang untuk memaksimalkan peran pemain sayap serta menciptakan tekanan tinggi dengan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Dalam situasi tertentu, ia juga tak ragu beralih ke formasi yang lebih defensif seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1. Pendekatan ini membuat timnya tetap solid saat bertahan, namun tetap berbahaya ketika melancarkan serangan balik. Kombinasi disiplin, tempo tinggi, dan serangan vertikal menjadi ciri khas Herdman. Filosofi tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini, terutama dalam membangun tim yang kompetitif, berani, dan memiliki identitas jelas di kancah Asia.






