Teknologi

Melengkapi, Bukan Mengganti: Pebble Round 2 dan Visi Eric Migicovsky untuk Smartwatch yang Lebih Berguna

Saat pertama kali menggenggam Pebble Round 2, sebuah kesadaran muncul tentang apa yang telah hilang selama hampir satu dekade. Smartwatch seharusnya menjadi pelengkap ponsel, bukan pengganti. Filosofi ini, yang kini terasa kuno, justru menjadi inti kebangkitan Pebble.

Pendiri Pebble, Eric Migicovsky, sepakat dengan pandangan tersebut. Melalui proyek terbarunya untuk menghidupkan kembali perusahaan, ia berharap pendekatan alternatif ini dapat kembali berkembang. Langkah awal dalam perjalanan panjang ini adalah Pebble Round 2, yang dirancang sebagai standar baru untuk generasi smartwatch yang lebih sederhana namun fundamentalnya lebih berguna.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Pebble Round 2: Koreksi Kesalahan Masa Lalu

Round 2 diumumkan pada 2 Januari 2026, menjadi produk kedua dari Core Devices, perusahaan baru Migicovsky yang menghidupkan kembali lini Pebble. Produk pertama adalah Time 2 yang diperbarui, mengikuti bentuk pendahulunya yang lebih sukses. Sementara itu, Round 2 adalah upaya untuk memperbaiki kesalahan Pebble Time Round yang dirilis pada tahun 2015.

Saat itu, Pebble Time Round menuai kekecewaan karena estetika yang menarik tidak diimbangi dengan performa. Pembuatan Pebble berwajah bulat kala itu menuntut banyak kompromi, termasuk harga lebih tinggi, daya tahan baterai lebih pendek, fitur lebih sedikit, dan bezel yang besar. Satu dekade berselang, teknologi telah berkembang pesat, membuat kompromi semacam itu tidak lagi relevan, menghasilkan perangkat yang jauh lebih baik secara keseluruhan.

Desain dan Fitur Unggulan

Smartwatch baru ini dilengkapi layar sentuh e-paper berwarna 1,3 inci yang membentang hingga tepi casing. Layarnya telah direkatkan ke kristal kaca, secara dramatis meningkatkan sudut pandang dan mengurangi silau. Pengguna dapat mengharapkan daya tahan baterai hingga dua minggu dengan sekali pengisian daya, namun perangkat ini tetap ramping dengan ketebalan hanya 8,1mm.

Ketiadaan bobot berlebih sangat terasa saat digenggam. Dibandingkan dengan banyak smartwatch lain, Pebble Round 2 bahkan bisa digambarkan sebagai ‘mungil’, membuat ukuran casingnya terasa hampir lucu. Dari segi material, casingnya terasa cukup kuat untuk menahan kerasnya penggunaan sehari-hari, dan sentuhan akhir rose gold yang dipoles serta silver yang disikat sangat menarik perhatian.

Meskipun bukan alasan utama untuk membeli jam tangan, kemampuan layar Round 2 untuk menampilkan banyak teks sangat memukau. Bahkan smartwatch paling canggih sekalipun seringkali enggan menampilkan teks panjang untuk kemudahan membaca. Mureks mencatat bahwa kemampuan ini memungkinkan pengguna membaca pesan Slack yang panjang dengan nyaman, mengingatkan kembali akan manfaat yang telah lama hilang.

Ini mungkin menjadi tanda manfaat lebih luas yang ditawarkan perangkat semacam ini: kemampuan untuk menyesuaikan antarmuka pengguna (UI) sesuai kebutuhan, alih-alih terikat pada desain UI dari Cupertino dan Mountain View.

Opsi yang Sengaja Dihilangkan

Ada banyak fitur yang sengaja dihilangkan dari daftar spesifikasi, termasuk sensor detak jantung optik, GPS, dan speaker. Penghilangan ini tidak disesali; GPS smartwatch jarang digunakan selama bertahun-tahun, dan Pebble memang sengaja menjauh dari pasar kesehatan dan kebugaran. Pengguna juga tidak perlu menerima panggilan dari pergelangan tangan.

Meskipun sensor detak jantung yang dihilangkan mungkin lebih sulit diterima mengingat keberadaannya yang umum, keputusan ini diambil untuk memastikan jam tangan tetap lebih tipis dari banyak pesaingnya.

Filosofi Baru Eric Migicovsky

Migicovsky terus terang mengenai kegagalan Pebble sebelumnya, menyatakan bahwa perusahaan

Mureks