Olahraga

Megawati Hangestri: “Tim Belum Sempurna” Meski Jakarta Pertamina Enduro Raih Kemenangan Dramatis di Proliga 2026

Jakarta Pertamina Enduro (JPE) berhasil memetik kemenangan dramatis atas Jakarta Electric PLN dalam laga perdana putaran 1 Proliga 2026 seri Pontianak. Meski sukses melakukan comeback gemilang, bintang JPE, Megawati Hangestri Pertiwi, mengakui timnya masih jauh dari kata sempurna.

Pertandingan yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani pada Jumat (9/1/2026) itu berakhir dengan skor 3-2 (20-25, 22-25, 25-22, 25-17, 15-8) untuk kemenangan Jakarta Pertamina Enduro. Tim berjuluk ‘Megatron’ itu menunjukkan ketangguhan mental setelah sempat tertinggal dua set di awal laga, sebelum akhirnya bangkit dan mendominasi tiga set penentuan.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Megawati Soroti Performa Tim dan Antusiasme Penonton

Megawati Hangestri Pertiwi, yang menjadi salah satu motor kebangkitan tim, menyampaikan evaluasinya pasca-pertandingan. “Kami belum tampil sempurna, tetapi hari ini cukup baik karena semua pemain menjalankan tanggung jawabnya. Ini pelajaran berharga untuk laga-laga berikutnya,” ujar Megawati seperti dikutip pada Sabtu (10/1/2026).

Selain performa tim, Megawati juga mengapresiasi dukungan penonton. “Antusiasme penonton luar biasa dan tertib. Mereka menghargai pemain, itu membuat kami nyaman bermain,” tambahnya.

Pelatih JPE Akui Tim Masih dalam Tahap Pembentukan

Senada dengan Megawati, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karslioglu, menilai kemenangan ini sebagai cerminan karakter tim yang masih dalam proses adaptasi. “Ini pertandingan pertama dan kami adalah tim baru. Kami masih saling mengenal, tetapi hari ini kami menunjukkan karakter dan kemampuan untuk bangkit,” ungkap Bulent.

Kekecewaan dan Evaluasi dari Jakarta Electric PLN

Di sisi lawan, Asisten Pelatih Jakarta Electric PLN, Alim Suseno, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil pertandingan. Ia menyoroti kesalahan-kesalahan sendiri yang menjadi faktor utama kebangkitan lawan.

“Kalau bicara kecewa, tentu kami kecewa karena sudah unggul 2-0 tetapi akhirnya kalah 3-2. Namun kami tetap bersyukur anak-anak masih diberi kesehatan dan pertandingan ini tetap menghasilkan poin,” kata Alim.

Menurut catatan Mureks, Alim Suseno juga menambahkan bahwa performa timnya menurun drastis di set ketiga. “Mulai set ketiga, receive dan spike kami banyak error. Di poin-poin krusial di atas angka 20, kesalahan kecil sangat menentukan,” jelasnya.

Pemain Electric PLN, Khalisa, turut mengungkapkan kondisi tim yang belum sepenuhnya ideal. “Kami siap bertanding, tetapi ada pemain yang baru menjalani operasi sehingga perlu pengaturan menit bermain dan perawatan. Semoga ke depan kondisi tim semakin membaik,” tutur Khalisa, memberikan gambaran tantangan yang dihadapi timnya.

Mureks