Olahraga

Malick Thiaw Beberkan Kunci Newcastle United Redam Tekanan dan Raih Momentum Krusial Liga Primer

Bek Newcastle United, Malick Thiaw, membeberkan strategi timnya dalam menghadapi tekanan besar di St James’ Park, terutama setelah periode musim dingin yang penuh ketidakpastian. Kemenangan 2-0 atas Crystal Palace pada Minggu (4/1/2026) lalu menjadi bukti solidnya mentalitas skuad.

Sebelum laga krusial itu, suasana di markas The Magpies sempat memanas. Dua kekalahan beruntun dari Sunderland dan Manchester United di akhir tahun 2025 memicu kekhawatiran serius di kalangan pendukung, mengingat performa tim yang sempat menurun drastis.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Namun, dukungan suporter tak surut. Menjelang pertandingan melawan Crystal Palace, klub menyetujui koreografi pra-pertandingan bertuliskan “United” di Gallowgate End, sebuah simbol persatuan yang menyentuh hati para pemain. Malick Thiaw mengaku sangat terkesan dengan inisiatif tersebut.

“Saya sangat menyukai display itu. Inilah yang selalu membuat Newcastle United istimewa,” ujar Thiaw, seperti dipantau Mureks. “Sebelum saya bergabung, saya melihat Newcastle selalu kuat karena kebersamaan. Sekarang tim ini benar-benar bersatu.”

Kebersamaan itu terbukti di atas lapangan. Newcastle United tampil solid, tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga mencatat clean sheet pertama mereka dalam 12 pertandingan terakhir. Thiaw, yang didatangkan dari AC Milan dengan nilai £35 juta, merasa lega dengan pencapaian tersebut.

“Sudah waktunya kami kembali mencatat clean sheet. Itu yang kami perjuangkan,” katanya. “Saya sangat senang dengan kemenangan dan nirbobol ini.”

Gol pertama Thiaw di hadapan Gallowgate End menjadi momen tak terlupakan. Gol tersebut tidak hanya mengunci kemenangan 2-0, tetapi juga membuka peluang Newcastle untuk menembus lima besar Premier League jika berhasil mengalahkan Leeds United di laga tengah pekan.

Ia menegaskan pentingnya menjaga momentum ini, mengingat persaingan di papan atas klasemen sangat ketat. Menurutnya, setiap laga memiliki arti besar pada fase krusial musim ini.

Selain Thiaw, lini pertahanan Newcastle juga mendapat sorotan positif berkat performa mengejutkan Lewis Miley. Pemain akademi berusia 19 tahun itu tampil impresif di posisi bek kanan, berduet apik dengan Thiaw.

“Anak ini luar biasa,” puji Thiaw. “Di minggu pertama saya di sini, saya terkesan dengan kualitasnya sebagai gelandang. Tapi dia bahkan mengejutkan saya saat bermain sebagai bek kanan.”

Thiaw menyoroti ketenangan Miley, kemampuan duel satu lawan satu, kecepatan, dan kenyamanannya dalam menguasai bola. Ia menegaskan bahwa usia bukanlah faktor penentu dalam sepak bola. “Sepak bola bukan soal umur, tapi performa. Dia memimpin lewat penampilannya,” tegasnya.

Sejak menjalani debut penuh bersama Newcastle saat imbang 0-0 melawan Bournemouth, Thiaw tak pernah absen dari tim utama asuhan Eddie Howe. Meski mulai dianggap sebagai pilar penting, ia memilih tetap merendah.

“Saya harap begitu, tapi saya fokus ke setiap pertandingan,” ucapnya. “Saya hanya ingin memberi yang terbaik untuk tim.”

Momen mencetak gol perdana di St James’ Park pun menjadi kenangan tak terlupakan bagi bek asal Jerman ini. “Rasanya luar biasa mencetak gol pertama saya di sini,” katanya. “Merayakannya di depan fans, melihat emosi di wajah mereka, itu sangat spesial.”

Mureks