Malam Minggu, 3 Januari 2026, menjadi saksi bisu sebuah momen bersejarah di Stadion Molineux. Bukan hanya Wolverhampton Wanderers yang berhasil mengakhiri tren buruk mereka dengan kemenangan telak 3-0 atas West Ham United, tetapi juga lahirnya seorang bintang baru yang mencuri perhatian publik sepak bola.
Di tengah euforia kemenangan, nama Mateus Mane menggema paling keras. Penyerang muda berusia 18 tahun 109 hari itu berhasil mengukir namanya dalam tinta emas sejarah klub sebagai pencetak gol termuda Wolverhampton Wanderers di era Liga Primer Inggris.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Mateus Mane: Bintang Muda Pemecah Rekor
Gol spektakuler Mane pada menit ke-41 tidak hanya mengunci kemenangan penting bagi Wolves, tetapi juga memperkenalkan talenta luar biasa jebolan akademi Rochdale ini ke panggung dunia. Mureks mencatat bahwa penampilan gemilang Mane langsung menempatkannya sebagai sorotan utama dalam laga tersebut.
Profil Singkat Mateus Mane
- Nama Lengkap: Mateus Bula Dami Mané
- Tempat, Tanggal Lahir: Barreiro, Portugal, 16 September 2007
- Usia (Saat Rekor): 18 Tahun, 109 Hari
- Posisi: Penyerang / Sayap Kanan
- Kewarganegaraan: Inggris (Timnas U-18), Portugal, Guinea-Bissau
- Klub Saat Ini: Wolverhampton Wanderers (No. Punggung 36)
- Kaki Dominan: Kanan
Momen Pemecahan Rekor: “The Rasping Drive”
Rekor pencetak gol termuda tersebut tercipta dalam pertandingan krusial melawan West Ham United. Mateus Mane, yang dipercaya pelatih Rob Edwards untuk tampil sebagai starter menggantikan pemain senior yang cedera, membalas kepercayaan itu dengan performa Man of the Match.
Sebelum mencetak gol, Mane lebih dulu menunjukkan kecerdikannya dengan memenangkan penalti pada menit ke-31, yang kemudian berhasil dikonversi oleh Hwang Hee-chan. Namun, momen magisnya datang sepuluh menit berselang.
Menerima bola di sisi kanan, Mane melakukan cutting inside melewati bek West Ham, Konstantinos Mavropanos, sebelum melepaskan tembakan keras mendatar (rasping drive) ke pojok bawah gawang Alphonse Areola.
“Saya hanya melihat celah kecil dan menendang sekuat tenaga. Ketika jaring bergetar, saya tidak bisa mendengar apa-apa selain detak jantung saya sendiri. Ini untuk keluarga saya yang berkorban banyak sejak kami pindah dari Portugal,” ujar Mane dalam wawancara pascalaga, mengutip pernyataan aslinya.
Perjalanan Karier: Permata yang Ditemukan di Rochdale
Kisah Mateus Mane adalah cerminan dari bakat alami yang luar biasa dan pemanduan bakat (scouting) yang jeli. Lahir di Barreiro, Portugal, Mane pindah ke Inggris bersama keluarganya saat masih kanak-kanak.
- Awal Karier (2016-2024): Mane menimba ilmu di akademi Rochdale. Di sana, bakatnya sudah tercium sebagai salah satu talenta paling “eksplosif” di level usia muda.
- Pindah ke Wolves (Februari 2024): Wolverhampton Wanderers bergerak cepat mengamankan jasanya dari Rochdale di awal tahun 2024. Ia langsung dimasukkan ke skuad U-18 dan U-21 Wolves.
- Debut Senior (2025/2026): Setelah tampil impresif di Premier League 2, pelatih Rob Edwards mulai melibatkannya di tim utama pada pertengahan musim 2025, hingga akhirnya menjadi starter reguler di awal 2026.
Gaya Bermain: Kecepatan dan “Flair” Khas Portugal
Mateus Mane bukanlah tipikal penyerang klasik Inggris. Gaya mainnya kental dengan nuansa jalanan Portugal—penuh trik, keberanian duel satu lawan satu, dan kecepatan eksplosif. Ia nyaman bermain di kedua sayap maupun sebagai penyerang tengah (False 9).
Analis taktik menyebut kemampuannya dalam melakukan transisi serangan balik sebagai senjata utama Wolves saat ini. Keberaniannya menantang bek-bek senior Premier League mengingatkan publik pada kemunculan Pedro Neto atau Diogo Jota di masa lalu.






