Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan posisi strategis China bagi Indonesia, khususnya dalam memacu pembangunan ekonomi nasional selama lebih dari satu dekade terakhir. Menurut Luhut, peran China tak terpisahkan dari kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
“Hal ini saya pikir sangat penting kita catat bahwa Tiongkok menjadi partner kita yang sangat penting,” ujar Luhut dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia pada Jumat, 9 Januari 2026.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Luhut menekankan, tanpa dukungan dan kehadiran investasi China dalam 11 tahun terakhir, Indonesia tidak akan mencapai kondisi seperti sekarang. Oleh karena itu, Indonesia wajib menyampaikan apresiasi kepada China sebagai mitra strategis.
Komitmen Presiden dan Kerja Sama Kritis
Lebih lanjut, Luhut juga menyoroti komitmen Presiden Republik Indonesia dalam menjaga hubungan bilateral dengan China. Komitmen ini tercermin dari kunjungan Presiden ke China dalam waktu yang relatif singkat, yang disebutnya sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan kerja sama kedua negara.
Langkah tersebut, catatan Mureks menunjukkan, menjadi fondasi krusial dalam membangun kerja sama strategis jangka panjang yang dilandasi kepercayaan. Presiden, imbuh Luhut, memberikan perhatian khusus pada penguatan hubungan dan kerja sama dengan China, terutama di sektor investasi.
Pemerintah, kata Luhut, sangat menghargai kontribusi investasi China yang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, Luhut menegaskan bahwa kerja sama ini tetap dijalankan secara terbuka dan kritis. Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya, dan kritik serta perbaikan terus dilakukan bersama demi kerja sama yang lebih baik.
Ketahanan Investor dan Hubungan yang Matang
Di tengah berbagai tantangan global, investor China dinilai tetap konsisten menanamkan modal di Indonesia. Luhut menyebut ketahanan investor China sebagai faktor penting yang tidak dapat diabaikan.
“Peran China tidak bisa kita hindari dan tidak boleh kita abaikan,” tegas Luhut.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan China kini telah memasuki fase yang lebih matang dan semakin terintegrasi dalam ekosistem ekonomi yang kuat. Ia juga mengapresiasi peran Kamar Dagang China di Indonesia yang dinilai berkontribusi besar dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
“Saya kira tidak boleh ignore mengenai realita itu. Hubungan China-Indonesia itu saya rasa penting dan sekarang memasuki hubungan yang lebih matang, lebih dewasa dan yang terintegrasi dalam ekosistem yang sangat bagus,” pungkas Luhut.






