Jakarta, Mureks – Lintasarta mengumumkan penguatan kolaborasi strategis dengan Starlink, penyedia layanan internet berbasis teknologi satelit orbit rendah dari SpaceX. Sejak penandatanganan kerja sama pada Agustus 2024, implementasi layanan Starlink yang dikelola Lintasarta telah mencatat pertumbuhan signifikan, mencapai lebih dari 400% dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Peningkatan adopsi yang pesat ini didorong oleh kebutuhan nyata akan konektivitas yang cepat, andal, dan mampu menjangkau area yang sulit terhubung, terutama di sektor industri, pemerintahan, serta wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Indonesia.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Membangun Fondasi Kedaulatan Digital
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini melampaui sekadar penyediaan konektivitas. “Kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan konektivitas, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia. Kami memastikan teknologi diterapkan dengan tata kelola yang kuat, keamanan yang terjaga, serta manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Zulfi Hadi pada Kamis (08/01/2026).
Zulfi Hadi menambahkan, kerja sama dengan Starlink merupakan elemen krusial dalam memperkuat posisi Lintasarta sebagai AI Factory di bawah Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group. Lintasarta membangun posisinya di atas empat pilar utama: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Layanan Starlink diintegrasikan dengan infrastruktur cloud, cybersecurity, dan ekosistem kolaborasi AI milik Lintasarta untuk menghadirkan solusi end-to-end berstandar enterprise.
Komitmen Jangka Panjang Starlink
Dari pihak Starlink, Andrew Matlock, Director of Commercial Sales SpaceX, turut menegaskan komitmen jangka panjang perusahaannya untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur digital Indonesia. “Bersama Lintasarta, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital nasional dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” kata Andrew.
Keandalan layanan ini telah terbukti saat terjadi bencana di Aceh dan Sumatera Utara, di mana kecepatan deployment teknologi satelit memungkinkan pemulihan jaringan operator seluler dan pelanggan korporasi dapat dilakukan secara signifikan lebih cepat. Mureks mencatat bahwa pendekatan managed service yang diterapkan Lintasarta memastikan seluruh operasional Starlink sesuai dengan standar industri terbaik, termasuk kepatuhan terhadap regulasi nasional.
Ke depan, Lintasarta dan Starlink berencana untuk terus memperluas jangkauan layanan secara nasional. Keduanya juga akan mengeksplorasi inisiatif kolaboratif untuk mendukung sektor-sektor strategis, mulai dari industri, layanan publik, pendidikan, hingga kesehatan, dalam semangat Empowering Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.





