Olahraga

Lima Pemain Liga Prancis di Timnas RD Kongo: Siapa Bersinar, Siapa Terpinggirkan di Piala Afrika 2025?

Langkah tim nasional Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) di ajang Piala Afrika 2025 harus terhenti di babak 16 besar. Kekalahan tipis 0-1 dari Aljazair melalui gol Adil Boulbina pada menit ke-119 memaksa mereka pulang lebih awal. Dalam skuad yang dibawa ke turnamen tersebut, RD Kongo mengandalkan lima pemain yang merumput di klub-klub Prancis, baik dari Ligue 1 maupun Ligue 2. Namun, kontribusi dan kesempatan bermain mereka di timnas tidaklah sama.

Lionel Mpasi-Nzau (Le Havre): Kiper Tak Tergantikan di Timnas

Lionel Mpasi-Nzau, kiper berusia 31 tahun yang membela Le Havre, justru menjadi andalan utama di bawah mistar gawang RD Kongo. Padahal, di level klub pada musim 2025/2026, ia selalu menjadi penghangat bangku cadangan karena kalah bersaing dengan Mory Diaw. Ironisnya, Diaw sendiri hanya menjadi kiper cadangan di Timnas Senegal.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Mpasi-Nzau tampil penuh dalam keempat pertandingan yang dilakoni RD Kongo di Piala Afrika 2025. Meski mencatatkan dua nirbobol dan hanya kebobolan dua gol, performa apiknya belum cukup membawa timnya melaju lebih jauh dari babak 16 besar.

Chancel Mbemba (LOSC Lille): Kapten Kokoh di Lini Belakang

Pemain lain yang tak tergantikan di skuad RD Kongo adalah Chancel Mbemba. Bek berusia 31 tahun ini mengemban tugas sebagai kapten tim dan selalu tampil mentereng, terutama dalam duel-duel krusial dan melakukan sapuan bola. Kehadirannya menjadi kunci kokohnya pertahanan RD Kongo selama turnamen.

Berbeda dengan perannya di timnas, Mbemba di klubnya, LOSC Lille, lebih sering diplot sebagai pemain rotasi. Meski demikian, ia masih mendapatkan kesempatan bermain dengan menit yang cukup memuaskan.

Ngal’ayel Mukau (LOSC Lille): Pemain Muda dengan Menit Bermain Memuaskan

Ngal’ayel Mukau, gelandang muda berusia 21 tahun, juga berasal dari LOSC Lille. Sebagai pemain muda, ia masih kesulitan menembus tim utama di klubnya, sehingga menit bermainnya sangat minim. Namun, di Piala Afrika 2025, Mukau mendapatkan kesempatan yang lebih besar.

Ia tampil dalam empat pertandingan dengan total 267 menit bermain untuk RD Kongo. Sayangnya, Mukau belum mampu menyumbangkan gol maupun assist selama penampilannya di turnamen tersebut.

Dylan Batubinsika (AS Saint-Etienne): Tak Semenit pun Bermain

Nasib berbeda dialami Dylan Batubinsika. Bek tengah berusia 29 tahun ini hanya tampil sekali di Ligue 2 Prancis 2025/2026 bersama AS Saint-Etienne. Meski dipanggil ke Piala Afrika 2025, Batubinsika tidak mendapatkan kesempatan bermain semenit pun di tim nasional.

Ia kalah bersaing dengan duet bek tengah Axel Tuanzebe dan Chancel Mbemba yang sudah padu. Bahkan, saat Tuanzebe absen pada laga fase grup kontra Botswana, pelatih Sebastian Desabre lebih memilih Rocky Bushiri ketimbang Batubinsika. Mureks mencatat bahwa keputusan pelatih ini menunjukkan preferensi yang jelas dalam pemilihan pemain inti.

Nathanael Mbuku (Montpellier): Sumbang Satu Gol Penting

Nathanael Mbuku, winger dari Montpellier, menjadi pemain Ligue 2 lain yang dibawa RD Kongo. Berbeda dengan Batubinsika, Mbuku justru menjadi andalan di klubnya pada musim ini. Di Piala Afrika 2025, ia mendapatkan menit bermain yang cukup sebagai pelapis.

Kontribusi paling signifikan dari Mbuku adalah satu gol yang ia cetak saat RD Kongo mengalahkan Botswana 3-0 pada matchday ketiga fase grup. Gol tersebut menunjukkan dampak positifnya bagi tim.

Secara keseluruhan, pemain-pemain dari klub Liga Prancis memang memiliki peran penting di skuad RD Kongo. Dari kelima nama tersebut, hanya Dylan Batubinsika yang tidak mendapatkan kesempatan bermain. Empat pemain lainnya tampil dalam seluruh empat pertandingan yang dijalani RD Kongo di Piala Afrika 2025.

Mureks