LONDON – Pelatih anyar Chelsea, Liam Rosenior, harus menelan pil pahit pada laga perdananya menyaksikan tim barunya bertanding. Dari tribun penonton di Craven Cottage, Rosenior menyaksikan The Blues takluk 1-2 dari tuan rumah Fulham dalam derbi London Barat pada Kamis, 8 Januari 2026.
Kekalahan ini bukan hanya sekadar hasil minor, melainkan juga sorotan tajam terhadap masalah kedisiplinan yang terus membayangi Chelsea. Gol penentu kemenangan Fulham yang dicetak Harry Wilson di menit-menit akhir memastikan Chelsea pulang tanpa poin, sekaligus memperlihatkan pekerjaan rumah besar yang menanti Rosenior.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Insiden Kartu Merah dan Keunggulan Fulham
Situasi sulit bagi Chelsea sudah dimulai sejak menit ke-22 ketika bek kiri Marc Cucurella diganjar kartu merah. Di bawah arahan pelatih sementara Calum McFarlane, The Blues terpaksa bermain dengan 10 orang hampir sepanjang pertandingan.
Fulham berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut. Pada menit ke-55, Raul Jimenez membuka keunggulan melalui sundulan terarah. Chelsea sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan lewat gol Liam Delap. Namun, sembilan menit sebelum waktu normal berakhir, Harry Wilson kembali membawa Fulham unggul dan memastikan kemenangan.
Krisis Disiplin yang Kian Mendesak
Kekalahan ini semakin mempertegas persoalan kedisiplinan yang kronis di tubuh Chelsea. Sepanjang musim ini, klub asal London tersebut telah mengoleksi delapan kartu merah di semua kompetisi. Mureks mencatat bahwa lima dari delapan kartu merah tersebut terjadi di ajang Liga Primer Inggris.
Jumlah ini hanya terpaut satu dari rekor terburuk klub dalam satu musim Liga Inggris, yakni enam kartu merah yang terjadi pada musim 2007–2008. Padahal, kompetisi musim ini masih menyisakan 17 pertandingan, mengindikasikan potensi rekor buruk yang bisa terpecahkan.
Insiden kartu merah Cucurella juga diikuti oleh kartu kuning akibat protes yang diterima oleh Cole Palmer, Enzo Fernandez, dan Tosin Adarabioyo sesaat setelah kejadian. Ini menunjukkan bahwa masalah disiplin tidak hanya terbatas pada pelanggaran di lapangan, tetapi juga terkait dengan kontrol emosi pemain.
Tekanan Suporter dan Tantangan Rosenior
Ketegangan tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga terasa di tribun pendukung Chelsea. Spanduk bertuliskan “BlueCo out” terbentang, disertai nyanyian protes yang ditujukan kepada kepemilikan klub. Liam Rosenior, yang duduk berdekatan dengan jajaran manajemen, turut menjadi saksi langsung kekecewaan suporter.
Hasil minor ini membuat Chelsea melorot ke peringkat kedelapan klasemen sementara Liga Inggris, dengan perolehan 31 poin dari 21 pertandingan, sejajar dengan Fulham. Bagi Rosenior, laga debut yang disaksikan dari kejauhan ini menyisakan banyak catatan penting.
Meski belum memimpin sesi latihan ataupun menentukan strategi, ia melihat dengan jelas tantangan besar yang menantinya. Jika tidak segera dibenahi, masalah disiplin dan tekanan internal berpotensi menggagalkan target Chelsea pada sisa musim ini.






