Teknologi

Lenovo Rilis Legion Go 2 Berbasis SteamOS di CES 2026, Harga Dinilai Terlalu Mahal

Lenovo resmi memperkenalkan varian terbaru dari konsol genggam Legion Go 2 yang kini ditenagai sistem operasi SteamOS pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada Juni 2026, namun harga awal yang dipatok sebesar $1.119 (sekitar Rp 17,3 juta) menuai sorotan tajam karena dinilai terlalu mahal.

Varian SteamOS dan Perbandingan Harga

Pengumuman ini, yang dilaporkan oleh VideoCardz, mengonfirmasi rumor sebelumnya mengenai kehadiran Legion Go 2 versi SteamOS. Model baru ini akan menjadi tambahan bagi jajaran Legion Go 2 yang sudah ada, yang menggunakan sistem operasi Windows 11, serta melanjutkan jejak Lenovo Legion Go S.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Harga awal $1.119 untuk versi SteamOS ini lebih tinggi $100 dibandingkan harga dasar model Windows 11, yang dibanderol $1.099 untuk varian Z2 dan $1.349 untuk model Z2 Extreme. Kenaikan harga ini merupakan perubahan strategi dari seri Legion Go S sebelumnya, di mana versi Windows justru lebih mahal.

Konfigurasi perangkat keras yang ditawarkan pada model SteamOS ini serupa dengan versi Windows 11. Pengguna dapat memilih hingga 32GB LPDDR5X RAM dan System-on-Chip (SoC) AMD Ryzen Z2 atau Z2 Extreme. Spesifikasi ini dianggap lebih dari cukup untuk memberikan performa optimal dalam sebagian besar skenario bermain gim portabel.

Tantangan Harga di Pasar Konsol Genggam

Namun, Lenovo menghadapi tantangan yang sama seperti saat meluncurkan model Legion Go 2 berbasis Windows 11, yakni masalah harga. Meskipun tarif impor dan kondisi pasar perangkat keras PC yang sulit akibat krisis RAM menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan, banyak konsumen akan kesulitan membenarkan pengeluaran lebih dari $1.000 untuk perangkat genggam, alih-alih PC gim yang lebih lengkap.

Menurut pantauan Mureks, model Legion Go 2 dengan chip Z2 Extreme yang ditenagai SteamOS diperkirakan akan mencapai harga minimal $1.449. Angka ini mendekati harga konsol genggam paling bertenaga di pasaran, GPD Win 5. Banyak pengamat meragukan minat para pemain gim terhadap perangkat genggam dengan harga setinggi itu, terutama jika tidak menawarkan peningkatan performa signifikan dibandingkan perangkat yang jauh lebih murah seperti Steam Deck.

Analisis: Dukungan SteamOS Apresiasi, Namun Harga Jadi Batu Sandungan

Isaiah Williams, seorang penulis staf di TechRadar, berulang kali menyatakan bahwa Lenovo Legion Go 2, baik yang ditenagai Windows 11 maupun SteamOS, seharusnya tidak dibanderol di atas $1.000. Ia menyoroti bahwa model Ryzen Z2 Extreme khususnya mencapai tingkat harga yang tidak masuk akal.

Williams mengakui kondisi pasar komponen yang sulit dan penggunaan perangkat keras premium seperti layar OLED pada konsol genggam Lenovo. Namun, ia berpendapat bahwa prosesor yang digunakan tidak menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, Ryzen Z1 Extreme. Ia menambahkan, dengan sedikit tambahan biaya, konsumen bisa mendapatkan konsol genggam yang ditenagai AMD Ryzen AI Max+ 395, APU AMD paling bertenaga saat ini.

Harga-harga seperti ini, menurut Williams, secara efektif menggeser konsol genggam “arus utama” kembali ke kategori ceruk pasar, seperti sebelum kehadiran Valve Steam Deck. Ia pesimis bahwa Lenovo dan produsen lain akan mengubah kebijakan harga ini dalam waktu dekat.

Referensi penulisan: www.techradar.com

Mureks