Lenovo menjadi perusahaan teknologi terbaru yang ikut meramaikan tren kacamata pintar. Raksasa teknologi asal Tiongkok ini baru saja memamerkan sepasang kacamata AI konsep pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat.
Kacamata ini, yang masih berupa perangkat konsep dan belum menjadi prototipe yang berfungsi penuh, memberikan gambaran awal tentang visi Lenovo di masa depan teknologi wearable. Victoria Song, seorang jurnalis senior dari The Verge, melaporkan langsung dari lokasi pameran pada Kamis, 08 Januari 2026.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Desain dan Spesifikasi Awal
Kacamata AI konsep Lenovo dirancang dengan bobot yang ringan, sekitar 45 gram, menjadikannya nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Di bagian atas jembatan hidung, terdapat kamera beresolusi 2MP. Dari pantauan Mureks, resolusi kamera ini menimbulkan pertanyaan mengingat standar kamera pada perangkat sejenis.
Meskipun belum sepenuhnya berfungsi, lembar spesifikasi yang tersedia di lokasi pameran mengindikasikan penggunaan layar LED monokrom binokular berwarna hijau di kedua lensa. Teknologi layar semacam ini cukup sering terlihat pada pameran tahun sebelumnya. Spesifikasi lain yang disebutkan meliputi:
- Bidang pandang (field of view) 28 derajat
- Tingkat kecerahan 1.500 nits
- Dua mikrofon
- Dua speaker
- Baterai berkapasitas 214mAh
Secara tampilan, kacamata ini terlihat cukup gaya, namun resolusi kamera 2MP yang ditawarkan cukup membingungkan bagi sebagian pengamat teknologi.
Fitur dan Potensi Integrasi
Lenovo mengklaim kacamata AI ini akan dilengkapi dengan kombinasi kontrol sentuh dan suara, memungkinkan panggilan bebas genggam, pemutaran musik, serta kemampuan untuk terhubung (tether) ke ponsel atau PC. Kemampuan terhubung ke PC merupakan fitur yang relatif jarang ditemukan pada kacamata pintar saat ini, terutama untuk perangkat dengan teknologi layar seperti ini.
Detail lebih lanjut masih minim, namun Lenovo menyebutkan beberapa fitur potensial yang sedang dipertimbangkan, antara lain:
- Terjemahan langsung (live translation)
- Pengenalan gambar cerdas (intelligent image recognition)
- Kemampuan untuk mendapatkan ringkasan notifikasi dari beberapa perangkat
Tanda Tanya di Balik Konsep Kacamata AI
Kombinasi fitur dan spesifikasi yang ditawarkan Lenovo ini menimbulkan beberapa pertanyaan. Kamera 2MP, misalnya, dinilai tidak cukup baik untuk mengambil foto berkualitas, terutama jika dibandingkan dengan kacamata Meta yang sudah dilengkapi kamera 12MP. Selain itu, belum jelas apa yang sebenarnya dibayangkan Lenovo untuk konektivitas PC dibandingkan dengan smartphone, mengingat sebagian besar kacamata AI saat ini lebih banyak difokuskan sebagai perangkat on-the-go.
Menurut Mureks, ketidakjelasan ini mungkin menjadi alasan mengapa Lenovo masih mempertahankan perangkat ini sebagai ‘konsep’ untuk saat ini, memberikan ruang untuk pengembangan lebih lanjut dan penyesuaian strategi sebelum meluncurkan produk final ke pasar.
Referensi penulisan: www.theverge.com






