Tren

Lena Herliana: Srikandi Bogor yang Bawa Peluang Investasi Transportasi ke 6 Provinsi dari Eropa

Di tengah dinamika mobilitas masyarakat Indonesia yang terus meningkat, sosok Lena Herliana, seorang srikandi kelahiran Kota Bogor, tampil sebagai arsitek utama transformasi moda transportasi Bus Rapid Transit (BRT). Inisiatifnya kini telah menyebar luas di enam provinsi, meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali, membawa harapan baru bagi jutaan pengguna transportasi umum.

Perjuangan Lena untuk menghadirkan transportasi yang layak di enam provinsi tersebut kini berlanjut ke kancah Eropa. Pada penghujung tahun 2025, ia terlibat dalam pengembangan inisiatif kerja sama bilateral mendalam di Jerman. Tujuannya adalah memfasilitasi pertemuan strategis antara Indonesia, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya untuk membahas peluang investasi dalam pengembangan moda transportasi di Indonesia.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Fokus utama investasi ini adalah enam provinsi unggulan dengan kota-kota padat penduduk seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Kota-kota ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menarik investor internasional karena tren peningkatan mobilitas pengguna transportasi umum yang mencapai 50-70% per tahun, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan bonus demografi. Mureks mencatat bahwa potensi pertumbuhan ini menjadi daya tarik kuat bagi investasi jangka panjang.

Melalui proyek kerja sama transportasi terpadu Indonesia-Jerman (TRANSfer III), Lena bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Investasi Pemerintah Indonesia telah menyusun aksi dan rancangan mitigasi transportasi yang ambisius. Ini merupakan bagian dari upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045, termasuk strategi dekarbonisasi angkutan barang di Pulau Jawa dan integrasi moda transportasi di Bali. Langkah ini krusial untuk mengurangi emisi karbon di koridor transportasi yang sibuk di destinasi unggulan Indonesia.

Dalam kunjungannya di Eropa, Lena memimpin delegasi pemerintah Indonesia untuk berdiskusi langsung mengenai rancangan kerja sama investasi dengan perwakilan pemerintah Jerman dan lembaga investasi internasional. Pembahasan ini mengeksplorasi pendanaan proyek seperti intermodal rail dan infrastruktur hijau, yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan polusi di daerah dengan mobilitas tinggi.

Salah satu puncak perjuangan ini adalah rencana High Level Policy Dialogue antara Indonesia dan Jerman yang akan dilaksanakan pada Februari mendatang. Kerja sama Indonesia-Jerman diharapkan berkontribusi dalam pemetaan investasi strategis untuk pembangunan berkelanjutan. Pertemuan ini akan membahas prioritas sektor, termasuk Green Infrastructure Initiative (GII), sebagai proyek unggulan untuk transportasi ramah lingkungan di masa depan.

Program ini mendapatkan dukungan langsung dari Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Infrastruktur. Ia menegaskan, “Dekarbonisasi moda transportasi dan angkutan barang merupakan tujuan Indonesia untuk mengurangi emisi dunia menuju Indonesia Net Zero 2050, kajian strategis Indonesia-Jerman dalam penggunaan moda kereta dalam angkutan barang, menurut saya relevan untuk dilakukan. Selama mendapat peluang investasi yang menguntungkan.”

Perjuangan ini mencapai klimaksnya dengan komitmen yang terjalin di Transport and Climate Change Week di Berlin. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jerman ini menjadi wadah global untuk transformasi kebijakan transportasi net-zero, sekaligus menandai satu dekade Perjanjian Paris. Indonesia, diwakili oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Infrastruktur, berpartisipasi dalam sesi tentang dekarbonisasi dinamis di Asia, sementara kerja sama Indonesia-Jerman berkontribusi melalui diskusi tentang target 2035 dan elektrifikasi truk.

Komitmen diplomatik kerja sama Indonesia-Jerman telah terwujud dalam bentuk Just Energy Transition Partnership (JETP), di mana Jerman bersama Jepang menyumbang sekitar 4 miliar USD untuk proyek transisi energi. Dana ini juga mencakup pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia, termasuk dukungan untuk infrastruktur hijau di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar, khususnya dalam integrasi rail dan bus listrik untuk mengatasi lonjakan mobilitas.

Mureks