Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Occupational Medicine mengungkap potensi dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia kerja. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pekerja berisiko menghadapi beban kerja yang lebih tinggi dan tanggung jawab yang lebih kompleks, namun tanpa disertai kenaikan gaji yang sepadan.
Dengan otomatisasi tugas-tugas rutin dan administratif, AI kini menghadirkan tantangan baru bagi pekerja manusia, yaitu mengelola sistem AI itu sendiri. Para peneliti menyatakan kekhawatiran bahwa peran baru ini dapat menambah tingkat stres dan tekanan, terutama jika pekerja tidak mendapatkan pelatihan yang memadai.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Fenomena ini muncul di tengah janji AI untuk memberikan peningkatan produktivitas yang masif. Namun, kenyataannya, teknologi ini justru berpotensi menciptakan pergeseran industri besar dan bahkan menggantikan atau mendefinisikan ulang posisi pekerja tingkat pemula.
Menurut Mureks, laporan tersebut secara spesifik menyoroti bagaimana AI dapat meningkatkan tanggung jawab pekerja, meskipun klaimnya adalah untuk mempermudah pekerjaan. Akibatnya, kenaikan gaji tidak sejalan dengan peningkatan beban kerja.
Sebagai contoh, sebuah laporan terpisah tahun 2024 yang dikutip dalam artikel tersebut menunjukkan bagaimana alat AI justru dapat memperlambat pekerjaan. Hal ini terjadi karena karyawan harus memeriksa dan mengoreksi kesalahan AI yang seharusnya tidak ada.
Para peneliti menggambarkan kondisi ini sebagai “beban kerja tersembunyi yang meniadakan manfaat dari tugas-tugas outsourcing otomatis.”
Ke depan, penelitian ini menyerukan agar lebih banyak perhatian diberikan pada posisi manusia “dalam lingkaran [AI].” Pengelolaan yang buruk dapat menyebabkan kesenjangan produktivitas serta konsekuensi kesehatan dan pengangguran di berbagai industri, kelompok usia, dan wilayah.
Studi sebelumnya dari MIT menemukan bahwa sekitar satu dari sembilan pekerjaan di Amerika Serikat berpotensi digantikan oleh kecerdasan buatan. Data terpisah dari Bank of England dan ONS juga menunjukkan peningkatan pengangguran kaum muda di seluruh Inggris.
Dengan AI yang mentransformasi industri yang secara historis lambat berevolusi menjadi lebih cepat, laporan ini menggarisbawahi urgensi untuk “menemukan jalur berbagi pembelajaran.” Meskipun banyak yang khawatir AI dapat menggantikan pekerjaan, laporan ini menyimpulkan bahwa perhatian lebih besar harus diberikan pada bagaimana kita menangani periode transisi ini untuk memastikan manusia terus memainkan peran berkelanjutan dalam produktivitas.






