Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, dinobatkan sebagai pesepakbola paling berharga di dunia versi CIES Football Observatory 2026. Penilaian mengejutkan ini menempatkan Yamal di puncak daftar 100 pemain teratas, sementara Ousmane Dembele, pemenang Ballon d’Or dan ‘The Best’ FIFA, justru absen dari daftar tersebut.
Yamal Jadi Pemain Termahal Dunia
Lamine Yamal menjalani tahun yang sibuk dan penuh prestasi. Setelah meraih gelar La Liga bersama Barcelona, perkembangannya semakin pesat di bawah asuhan Hansi Flick, menjadikannya jimat dan Pemain Paling Berharga (MVP) bagi Blaugrana baik di dalam maupun luar lapangan. Ia bahkan telah meluncurkan saluran YouTube pribadinya yang berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta pelanggan dalam hitungan hari.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Mureks mencatat bahwa CIES Football Observatory menilai pemain berusia 18 tahun itu dengan angka fantastis €343 juta (sekitar £297 juta). Nilai ini melampaui dua nama besar lainnya, Erling Haaland yang dihargai £221 juta dan Kylian Mbappe dengan £174 juta.
Dembele Diabaikan Meski Berprestasi Gemilang
Kontras mencolok terjadi pada Ousmane Dembele. Meskipun dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik di dunia, mengungguli Yamal dalam peringkat Ballon d’Or, pemain Paris Saint-Germain itu secara mengejutkan tidak masuk dalam 100 besar daftar CIES. Pemain berusia 28 tahun itu bahkan memiliki nilai di bawah Alessandro Bastoni dari Inter Milan yang menempati posisi ke-99 dengan nilai €62 juta (£53 juta).
Padahal, Dembele menutup tahun 2025 dengan gemilang, meraih penghargaan ‘The Best’ dari FIFA, Ballon d’Or, Liga Champions, Ligue 1, Piala Prancis, dan Piala Super Prancis.
Namun, laporan yang beredar mempertanyakan masa depan Dembele di PSG. Pemenang Piala Dunia itu hanya mencatatkan 15 penampilan di semua kompetisi musim ini dan kerap kesulitan menjaga kebugaran, dengan riwayat cedera yang membayangi sebagian besar kariernya di Eropa. Bahkan, ada spekulasi ia mungkin akan meninggalkan Paris pada musim panas, dengan Arsenal disebut-sebut sebagai salah satu peminat dari Premier League.
Daftar CIES Football Observatory dan Faktor Usia
Di luar Yamal, Erling Haaland, dan Kylian Mbappe, daftar CIES Football Observatory juga menempatkan Olise dari Bayern Munich di posisi kelima. Nama-nama lain yang masuk 10 besar termasuk Florian Wirtz, Desire Doue, Joao Neves, Arda Guler, dan Pedri.
Pemain termuda dalam daftar ini adalah Franco Mastantuono dari Real Madrid yang berusia 18 tahun tiga bulan, sementara yang tertua adalah Raphinha, 29 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa usia bukan satu-satunya faktor yang membuat Dembele tidak masuk 100 besar, melainkan juga riwayat cedera dan kurangnya performa. Ada kemungkinan pemain berusia 27 tahun ini telah mencapai puncaknya setelah meraih Ballon d’Or.
Yamal Menuju Jejak Legenda
Bagi Yamal, jalan ke depan tampaknya hanya akan terus menanjak. Ia berpotensi memimpin Barcelona meraih gelar juara Spanyol lainnya musim ini, sambil terus mengincar penghargaan di level Eropa maupun individu. Pemain sayap ini telah berkali-kali dibandingkan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, namun ia menegaskan ingin membangun jalannya sendiri sebagai seorang legenda.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, ia menyatakan,
Referensi penulisan: www.goal.com





