Sabtu, 10 Januari 2026, menjadi hari pengumuman mengejutkan dari CIES Football Observatory. Lembaga riset sepak bola tersebut resmi menobatkan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, sebagai pemain paling berharga (most valuable player) di dunia untuk tahun 2026. Nilai pasar Yamal meroket tajam dalam 12 bulan terakhir, bahkan sukses mengungguli nama-nama besar seperti Erling Haaland dan Kylian Mbappe.
Namun, daftar 100 pemain termahal ini menyajikan sebuah anomali yang mencengangkan. Pemenang Ballon d’Or terbaru, Ousmane Dembele, secara mengejutkan justru tidak masuk dalam hitungan sama sekali. Bintang Paris Saint-Germain (PSG) itu terlempar dari daftar Top 100 CIES, memicu pertanyaan mengenai kriteria valuasi pasar.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Valuasi Fantastis Lamine Yamal: €343 Juta
Tahun 2025 menjadi periode tersibuk sekaligus tersukses bagi Lamine Yamal. Setelah menjuarai La Liga bersama Barcelona, perkembangannya makin pesat di bawah asuhan pelatih Hansi Flick. Ia tak hanya menjadi jimat keberuntungan Blaugrana di lapangan, tetapi juga MVP di luar lapangan melalui kanal YouTube-nya yang viral. Manajemen Barca kini bisa tersenyum lebar melihat aset berharga jebolan La Masia tersebut.
CIES Football Observatory memberikan valuasi yang fantastis untuk pemain berusia 18 tahun ini. Yamal dibanderol dengan harga mencapai €343 juta, atau sekitar Rp6,7 triliun. Angka ini membuatnya melesat jauh meninggalkan Erling Haaland yang bernilai £221 juta, serta Kylian Mbappe yang harus puas berada di bawahnya dengan valuasi £174 juta.
Anomali Ousmane Dembele: Pemenang Ballon d’Or yang Terlempar
Di sisi lain, Ousmane Dembele, yang baru saja menyabet penghargaan individu tertinggi, Ballon d’Or, pada 27 September 2025 lalu, justru menerima kenyataan pahit dalam valuasi pasar. Meski berstatus pemenang Ballon d’Or dan FIFA The Best, pemain berusia 28 tahun itu gagal menembus 100 besar pemain termahal dunia.
Dembele kalah bersaing dengan Alessandro Bastoni dari Inter Milan yang berada di peringkat 99 dengan nilai €62 juta. Padahal, menurut catatan Mureks, Dembele baru saja menutup tahun 2025 dengan gemilang, menyapu bersih gelar Ligue 1, Liga Champions, Piala Prancis, hingga Piala Super Prancis bersama PSG.
Absennya Dembele disinyalir kuat karena faktor cedera kambuhan yang kerap menghantuinya. Musim ini, ia baru tampil 15 kali, dan rumor kepindahannya ke Arsenal mulai santer terdengar. Hal ini mengindikasikan bahwa riwayat cedera dan potensi jangka panjang menjadi indikator utama CIES, bukan sekadar trofi individu semata.
Dominasi Talenta Muda dan Pandangan Yamal
Daftar CIES kali ini memang didominasi oleh talenta-talenta segar. Selain Yamal, posisi lima besar dihuni oleh Michael Olise dari Bayern Munchen. Nama-nama seperti Florian Wirtz, Joao Neves, Arda Guler, hingga Pedri juga mengamankan tempat di 10 besar. Franco Mastantuono dari Real Madrid menjadi pemain termuda dalam daftar (18 tahun 3 bulan), sementara Raphinha menjadi pemain tertua di usia 29 tahun.
Fenomena ini menegaskan bahwa CIES Football Observatory lebih memprioritaskan performa dan potensi jangka panjang seorang pemain. Mungkin saja, di usia 27 tahun dan riwayat cedera panjang, Dembele dianggap sudah melewati masa puncaknya meski baru saja meraih bola emas.
Di tengah sorotan sebagai pemain termahal, Lamine Yamal terus dibanding-bandingkan dengan dua legenda sepak bola, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun, ia memiliki pandangan tegas soal hal ini.
“Saya menghormatinya atas apa yang telah dia lakukan dan siapa dia bagi sepak bola. Bagi saya, dia yang terbaik dalam sejarah,” ujar Yamal.
“Tapi saya tidak ingin menjadi Messi, dan Messi pun tidak ingin saya menjadi dirinya. Sepak bola saya adalah tentang kesenangan,” tegasnya.
Ia juga memiliki pandangan serupa terkait Cristiano Ronaldo. Baginya, setiap legenda besar menjadi hebat karena menjadi diri sendiri. “Pemain seperti Cristiano Ronaldo melakukan apa yang mereka lakukan karena mereka ingin menjadi diri mereka sendiri dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Saya ingin membangun jalan saya sendiri,” pungkas Yamal.





