HAVANA – Pemerintah Kuba pada Rabu (7/1) secara resmi mengumumkan nama dan foto 32 prajuritnya yang gugur dalam upaya melindungi Presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolás Maduro. Para prajurit tersebut tewas saat menghadapi penangkapan oleh satuan Delta Force Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu.
Laporan dari Granma, surat kabar resmi Komite Sentral Partai Komunis Kuba, pada Selasa lalu, menyebutkan bahwa “Sebanyak 32 warga Kuba kehilangan nyawa mereka dalam aksi pertempuran dan setelah perlawanan sengit.” Pengungkapan identitas ini menyoroti eratnya hubungan ekonomi antara Kuba dan Venezuela di bawah kepemimpinan Maduro.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Kuba, sebagai negara komunis yang menghadapi keterbatasan finansial, selama bertahun-tahun telah menjalin kerja sama strategis dengan Venezuela. Mereka menukar tenaga dokter dan pasukan keamanannya dengan pasokan minyak Venezuela. Mureks mencatat bahwa perkiraan terbaru menunjukkan Kuba menerima sekitar 35.000 barel minyak per hari dari Caracas.
Personel yang gugur tersebut, menurut pernyataan Kuba, menjalankan misi resmi atas permintaan pemerintah Venezuela, sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang kedua negara sekutu. Namun, kesepakatan vital ini kini berada di bawah ancaman serius. Caracas menghadapi tekanan berat dari blokade AS yang mendesak pembukaan cadangan minyaknya kepada perusahaan-perusahaan AS.
Daftar Prajurit Kuba yang Gugur
Berikut adalah nama-nama prajurit dari Kementerian Dalam Negeri Kuba yang disebutkan gugur dalam insiden tersebut:
- Kolonel Humberto Alfonso Roca Sánchez (67 tahun)
- Kolonel Lázaro Evangelio Rodríguez Rodríguez (62)
- Mayor Rodney Izquierdo Valdes (51)
- Mayor Ismael Terrero Ge (47)
- Kapten Yoel Pérez Tabares (48)
- Kapten Addriel Adrián Socarrás Tamayo (32)
- Letnan Kolonel Orlando Osoria López (49)






