Penerbit gim ternama, Square Enix, mengeluarkan imbauan kepada para pemain yang mendapatkan akses awal untuk gim Dragon Quest 7 Reimagined. Mereka diminta untuk tidak membocorkan alur cerita, terutama di platform streaming dan media sosial. Permintaan ini memicu perdebatan mengingat gim tersebut merupakan remake dari judul yang telah berusia lebih dari 25 tahun.
Dragon Quest 7 Reimagined baru-baru ini merilis demo yang cukup panjang, menawarkan sekitar tiga jam permainan dan memungkinkan pemain untuk membawa data simpanan mereka ke gim utama. Namun, bagi mereka yang membeli edisi Digital Deluxe dan mendapatkan akses lebih awal, Square Enix menetapkan sejumlah “perintah” terkait pembocoran konten.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Aturan Ketat untuk Konten Baru dan Lama
Meskipun gim aslinya dirilis di Jepang sekitar tahun 2000, Square Enix menekankan adanya elemen baru yang patut dijaga kerahasiaannya. “As well as streamlining the original tale for better pacing, and deeper character development, the team have also added entirely new storylines to play through,” demikian pernyataan resmi dari Square Enix.
Mureks mencatat bahwa permintaan untuk “mark all content that includes details of major plot developments with a clear spoiler warning” untuk plot yang sudah berusia seperempat abad ini memunculkan pertanyaan. Terutama, bagaimana pemain dapat membedakan antara plot lama dan plot baru secara real-time saat bermain atau melakukan streaming?
Beberapa poin yang dipertanyakan oleh tim redaksi Mureks terkait permintaan ini meliputi:
- Apakah pemain diharapkan untuk membandingkan apa yang mereka lihat dengan gim berusia 25 tahun secara langsung?
- Jika tidak, apakah ekspektasinya adalah mereka akan memutar ulang segmen dalam potongan yang terkontrol dengan cermat?
- Jika ini hanya permintaan untuk menandai semua alur cerita utama dengan “contains spoilers“, menurut Mureks, hal itu terasa berlebihan. Penonton yang menyaksikan seseorang memainkan cerita utama sebuah gim secara alami akan berasumsi bahwa mereka akan mempelajari hal-hal tentang cerita utama gim tersebut.
Larangan Streaming dan Konten Spesifik
Selain itu, Square Enix juga melarang “live streaming or posting videos/images of gameplay after the boss battle in the Malign Shrine: Throne Room” hingga tanggal rilis resmi pada 5 Februari 2026. Pemain juga tidak diizinkan untuk “create edited video content or playlists with the goal of showing only cinematic scenes (as opposed to gameplay), or only listening musics, from the game.“
Meski Square Enix memiliki hak cipta atas gim ini, efektivitas penerapan aturan semacam ini di ranah internet yang luas masih menjadi perdebatan. Fenomena pembocoran konten di internet sulit untuk dikendalikan sepenuhnya.
Konteks hukum di Jepang, tempat Square Enix berasal, memang lebih ketat terkait streaming gim. Sebagai contoh, pada tahun 2023, seorang YouTuber Jepang ditangkap karena mengunggah akhir cerita gim STEINS;GATE Hiyoku Renri no Darin. Ini menunjukkan adanya preseden hukum yang serius di negara tersebut.
Namun, apakah hal ini merupakan permintaan yang wajar untuk diterapkan kepada seluruh komunitas internet global? Itu adalah pertanyaan yang berbeda dan masih menjadi tantangan bagi penerbit gim di era digital saat ini.






