Olahraga

Komdis PSSI: Hukuman Seumur Hidup Menanti Pemain Putra Jaya Pasuruan Penendang Dada Lawan

Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, mendesak agar pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Desakan ini menyusul aksi brutal Hilmi yang menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam sebuah pertandingan.

Umar Husin menegaskan bahwa langkah tegas ini merupakan upaya PSSI untuk melindungi integritas olahraga sepak bola dan keselamatan para atlet. “Kami mengimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin atau berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras, brutal, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi,” tegas Umar, dikutip dari Antara, Selasa 6 Januari 2026.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Ia menambahkan bahwa jaminan keselamatan atlet tidak hanya diatur dalam Kode Disiplin, tetapi juga dijamin oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). “Jadi itu penegasannya, agar Komdis di tingkat daerah ataupun Pandis (Panitia Disiplin) itu bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu gitu. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet. Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” lanjut Umar.

Kronologi Insiden Tendangan Brutal

Insiden memilukan ini terjadi pada menit ke-72 pertandingan, saat Perseta 1970 sudah unggul 4-0. Kedua pemain, Hilmi dan Firman, awalnya hendak berebut bola setelah Firman melakukan salah umpan. Namun, alih-alih melakukan perebutan bola secara fair play, Hilmi justru melepaskan tendangan langsung ke dada Firman tanpa intensi merebut bola.

Mureks mencatat bahwa insiden yang mencoreng sportivitas dan citra sepak bola Indonesia ini dengan cepat viral di media sosial. Tak lama setelah kejadian tersebut, klub Putra Jaya Pasuruan segera mengambil tindakan tegas dengan mengumumkan pemberhentian kontrak Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Pihak klub menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena tindakan Hilmi kepada Firman “tidak sesuai dengan asas sepak bola fair play serta menyalahi koridor sepak bola, dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan”.

Umar Husin kembali menekankan pentingnya penegakan disiplin. “Memang untuk mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus ditegakkan secara tegas. Pada prinsipnya kita itu ingin mengembangkan dunia sepak bola, membantu federasi mengembangkan sebuah kondisi yang kondusif untuk perkembangan sepak bola ya. Artinya bagaimana sepak bola itu berkembang dengan sehat, dengan baik, dan tidak merugikan pihak lain,” ucapnya.

Kondisi Terkini Korban

Sementara itu, Firman Nugraha, korban tendangan brutal Hilmi, dikabarkan sudah berangsur membaik. Informasi mengenai kondisi Firman dibagikan langsung melalui akun Instagram resmi Perseta 1970.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensupport dan mendoakan untuk kesembuhan Firman,” tulis Perseta 1970 dalam unggahannya.

Mureks