Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mendesak pemerintah untuk segera memulai ekspor beras dan jagung. Dorongan ini muncul menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada dua komoditas pangan strategis tersebut. Titiek menargetkan ekspor sudah dapat direalisasikan pada tahun 2026 ini, guna mendongkrak perekonomian petani dan nasional.
“Jadi ini kita sudah swasembada (beras dan jagung), mudah-mudahan ke depan kita bisa ekspor, tahun ini (2026) kita bisa ekspor,” kata Titiek dalam Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung. Acara tersebut dipusatkan di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, namun Titiek mengikutinya secara daring dari Jakarta pada Kamis (8/1/2026).
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Peluang Ekspor Tingkatkan Ekonomi Petani
Menurut Titiek, capaian swasembada beras dan jagung membuka peluang besar untuk ekspor pada tahun ini. Hal ini diyakini dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat luas, khususnya para petani. Ia memotivasi petani agar terus meningkatkan produktivitas, sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Titiek juga mengajak petani jagung untuk berbangga atas keberhasilan nasional ini. Ia menekankan pentingnya kerja keras untuk mempertahankan swasembada, sekaligus menyiapkan kualitas produksi agar mampu bersaing di pasar ekspor global yang kompetitif secara berkelanjutan.
Apresiasi untuk Presiden dan Menteri Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Titiek Soeharto turut menyampaikan rasa syukur atas pencanangan swasembada beras dan jagung oleh Presiden Prabowo Subianto. Apresiasi khusus juga diberikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian strategis nasional ini, yang dinilai sangat penting bagi rakyat Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan secara resmi pencapaian swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan saat menghadiri acara panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahmin, pada pagi hari ini, hari Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia. Terima kasih,” ujar Presiden Prabowo, yang kemudian menumbukkan alu ke dalam lesung sebagai simbol tercapainya swasembada beras.
Kontribusi Polri dan Surplus Jagung Nasional
Ketua Komisi IV DPR RI ini juga mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang turut berkontribusi signifikan terhadap terwujudnya swasembada jagung. Ia menyebutkan bahwa produksi jagung nasional mencapai 16,1 juta ton, dengan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari dukungan Polri dalam program pangan nasional strategis.
Titiek berharap kontribusi lintas sektor seperti ini terus ditingkatkan agar produksi jagung nasional dapat meningkat secara konsisten di masa mendatang, demi mendukung kesejahteraan petani Indonesia. Dalam ringkasan Mureks, dengan produksi jagung sebesar 16,1 juta ton dan konsumsi sekitar 15,6 juta ton, Indonesia mencatat surplus jagung sebesar 0,5 juta ton. Angka surplus ini, menurut data pemerintah resmi nasional terkini, menjadi modal penting untuk ekspor pada tahun ini.
Dalam agenda panen jagung tersebut, Titiek Soeharto juga sempat berdialog secara daring dengan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Andi Rian Jayadi. Dialog tersebut membahas progres produksi jagung di wilayah Sumatera Selatan.






