Sebanyak 1.458 petugas haji untuk musim 1447 H/2026 M resmi memulai pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Pelatihan intensif ini berlangsung selama tiga pekan, terhitung sejak Sabtu, 10 Januari 2026, hingga 30 Januari 2026.
Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, menjelaskan bahwa para petugas yang mengikuti diklat berasal dari berbagai daerah. Mereka terdiri dari Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Prioritaskan Kekuatan Fisik dan Kekompakan Tim
Dendi menekankan pentingnya kekuatan fisik bagi para petugas. Oleh karena itu, latihan fisik melalui olahraga rutin menjadi agenda harian, khususnya pada pekan pertama diklat. Selain itu, latihan baris-berbaris juga difokuskan untuk mengasah kepatuhan dan kekompakan tim.
“Ibadah Haji itu 90%-nya ibadah fisik, sehingga petugasnya harus lebih kuat daripada jamaah,” ujar Dendi usai gladi upacara pembukaan diklat pada Sabtu (10/11/2025) malam.
Setelah fase latihan fisik, para peserta akan mendalami pengetahuan ibadah haji dan berbagai keterampilan yang dibutuhkan sebagai petugas. Materi pelatihan mencakup Bahasa Arab, prosedur dan pelaksanaan ibadah haji, hingga kesehatan dasar.
Pelatihan Spesifik Sesuai Tugas dan Fungsi
Petugas juga akan menerima pelatihan spesifik sesuai tugas dan fungsi (tusi) masing-masing. Pembagian tugas ini meliputi unit transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, pendamping lansia, perlindungan jemaah, dan media center haji. Selain itu, pelatihan juga disesuaikan dengan penempatan penugasan, seperti di bandara, Madinah, atau Makkah.
Berbagai pelatihan ini bertujuan untuk membangun ikatan yang kuat antarpetugas, mengingat mereka akan bekerja sama selama bertugas di Arab Saudi. Dendi menambahkan, pelatihan juga membentuk mental yang tangguh sebagai pelayan jemaah.
“[Pelatihan untuk mendidik] mental yang tangguh sebagai pelayan, mentalnya memang siap untuk jadi pelayan. Karena petugas, kan [akan melayani jemaah haji],” tegas Dendi.
Catatan Mureks menunjukkan, minat untuk menjadi petugas haji pada musim 1447 H/2026 M sangat tinggi. Lebih dari 11.000 orang mendaftar, menjadikannya jumlah pendaftar terbanyak sepanjang sejarah.
Untuk musim haji 2026, Indonesia mendapatkan kuota jemaah haji reguler sebanyak 203.320 orang. Jumlah ini terbagi menjadi 191.419 anggota jemaah haji reguler, 10.166 orang untuk prioritas jemaah lanjut usia, 685 orang untuk pemimpin ibadah haji, dan 1.050 orang petugas.






