Tren

Kamboja Tolak Dalih Operasi Anti-Scam Thailand, Desak Jaga Gencatan Senjata Rapuh di Perbatasan

Wakil Perdana Menteri Kamboja, Sun Chanthol, menegaskan komitmen negaranya untuk meredakan ketegangan dalam sengketa perbatasan dengan Thailand. Ia secara tegas menepis klaim Bangkok yang menyebut bentrokan di perbatasan sebagai operasi melawan pusat-pusat penipuan lintas batas.

Pernyataan Sun Chanthol ini disampaikan dalam sebuah wawancara di Phnom Penh pada Kamis (8/1/2026), menyusul kesepakatan gencatan senjata yang dicapai kedua negara bulan lalu. Gencatan senjata tersebut disepakati setelah serangkaian bentrokan mematikan di perbatasan yang menewaskan puluhan tentara dan warga sipil, serta menyebabkan lebih dari setengah juta orang mengungsi.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Sebelum kesepakatan damai itu, militer Thailand membingkai pertempuran tersebut sebagai upaya memerangi pusat-pusat penipuan yang beroperasi di wilayah perbatasan, memberikan justifikasi baru untuk serangan udara. Namun, menurut Mureks, Kamboja melihat dalih ini sebagai upaya untuk membenarkan agresi.

Kamboja Tegas Menolak Dalih Thailand

Sun Chanthol dengan lugas menyatakan penolakannya terhadap dalih tersebut. “Tidak bisa menggunakan satu isu soal pusat penipuan untuk menyerang negara lain,” kata Sun Chanthol. Ia menambahkan, “Jangan menambah bahan bakar ke api.”

Pernyataan ini menggarisbawahi posisi Kamboja yang menganggap klaim Thailand sebagai upaya untuk membenarkan tindakan militer yang dapat mengancam gencatan senjata yang masih rapuh. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa menjaga stabilitas di perbatasan menjadi prioritas utama bagi kedua negara pasca-konflik.

Mureks