KUALA LUMPUR – Pebulu tangkis tunggal putri Thailand, Busanan Ongbamrungphan, berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar turnamen Malaysia Open 2026. Kemenangan ini diraih setelah ia menaklukkan rekan senegaranya, Supanida Ketthong, dalam dua gim langsung pada pertandingan yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (7/1/2026).
Turnamen bulu tangkis pembuka tahun ini, Malaysia Open 2026, merupakan ajang World Tour Super 1000 dengan total hadiah fantastis sebesar US$1.450.000. Ajang bergengsi ini menjadi panggung bagi para pebulu tangkis top dunia untuk memulai persaingan di musim baru.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Busanan Tampil Dominan Lawan Supanida
Dalam duel sesama wakil Thailand di babak pertama, Busanan Ongbamrungphan, yang menempati peringkat 19 dunia, menghadapi Supanida Ketthong, peringkat 15 dunia. Pertandingan ini menyajikan persaingan ketat sejak awal.
Pada gim pertama, Busanan, yang akrab disapa “Cream”, mulai menemukan ritme permainannya dan melancarkan serangan-serangan efektif. Ia berhasil unggul dalam perolehan poin dan menutup gim pertama dengan skor 21-16, meskipun Supanida (“May”) sempat mencoba mengejar.
Gim kedua berlangsung lebih sengit dan ketat. Namun, ketenangan Busanan di poin-poin krusial menjadi kunci. Ia berhasil mengamankan kemenangan di gim kedua dengan skor 21-18, sekaligus memastikan kemenangan dua gim langsung atas Supanida Ketthong.
Kemenangan ini membawa Busanan Ongbamrungphan melaju ke babak kedua atau 16 besar. Di babak selanjutnya, tantangan berat menanti, di mana ia akan berhadapan dengan unggulan keempat sekaligus pemain peringkat 4 dunia dari Tiongkok, Chen Yufei.
Perjuangan Pichamon Opasanipat Berakhir di Babak Pertama
Di kategori yang sama, pebulu tangkis muda Thailand, Pichamon Opasanipat, juga tampil di babak pertama. Bintang baru bulu tangkis Thailand yang baru saja merayakan ulang tahun ke-19 ini berkesempatan bermain di ajang World Tour Super 1000 untuk pertama kalinya.
Pichamon, yang berada di peringkat 37 dunia, langsung dihadapkan pada lawan tangguh, Chen Yufei. Chen Yufei adalah peraih medali emas Olimpiade 2020 dan merupakan unggulan keempat di turnamen ini.
Secara mengejutkan, Pichamon menunjukkan performa luar biasa di gim pertama. Dengan kesegaran dan akurasi pukulan yang memukau, ia berhasil mengontrol permainan dan membuat Chen Yufei kewalahan. Pichamon sukses merebut gim pertama dengan skor telak 21-10.
Namun, pengalaman dan ketegasan Chen Yufei berbicara di dua gim berikutnya. Peraih medali emas Olimpiade itu mulai menemukan kembali performanya, menyesuaikan strategi, dan mempersulit pergerakan Pichamon. Menurut Mureks, perubahan strategi ini menjadi titik balik penting dalam pertandingan.
Pada akhirnya, Chen Yufei berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan dua gim terakhir. Pichamon Opasanipat harus mengakui keunggulan Chen Yufei dengan skor akhir 1-2 (21-10, 13-21, dan 16-21) dalam pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 4 menit.
Meskipun perjalanannya harus terhenti di babak pertama, Pichamon mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari para penggemar atas perjuangan gigihnya melawan pemain kelas dunia.
Referensi penulisan: www.ligaolahraga.com






