Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, melayangkan pujian tinggi kepada anak asuhnya setelah berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas Sassuolo di Stadio Olimpico. Kemenangan ini krusial bagi Giallorossi untuk terus bersaing di zona empat besar klasemen Serie A.
Meski sempat menemui kesulitan di babak pertama, AS Roma menunjukkan peningkatan signifikan setelah jeda. Dua gol cepat dari Manu Koné dan Matias Soulé di paruh kedua memastikan tiga poin bagi tim ibu kota.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Peningkatan Performa di Babak Kedua
Gasperini menyoroti perubahan performa timnya yang jauh lebih baik setelah turun minum. Ia melihat intensitas dan kualitas teknik yang meningkat drastis.
“Babak pertama sebenarnya sudah bagus, tetapi saat memasuki sepertiga akhir lapangan, kami terlalu ragu-ragu. Setelah jeda, kami meningkatkan tempo dan tampil lebih baik secara teknis. Saya melihat beberapa operan pendek yang biasa kami lakukan di sesi latihan,” ujar Gasperini kepada DAZN Italia.
Fleksibilitas dan Gol Perdana Matias Soulé
Kemenangan ini juga ditandai dengan gol perdana Matias Soulé musim ini. Pemain muda tersebut ditempatkan di peran yang lebih sentral, sebuah solusi yang memuaskan Gasperini, terutama setelah penyerang utama Evan Ferguson harus ditarik keluar karena cedera.
“Itu adalah solusi yang sudah kami coba di awal musim. Saya rasa dia (Soulé) memiliki bakat untuk bermain di posisi itu karena dia punya kegigihan dan kreativitas,” tutur sang pelatih. Namun, Gasperini juga memberikan catatan agar Soulé lebih tajam di depan gawang.
Mengenai Paulo Dybala yang kembali tampil memukau namun masih puasa gol di Serie A, Gasperini menanggapi dengan santai. “Dia sedang menunggu laga-laga besar! Saya senang dia menikmati permainannya. Dia menunjukkan kemampuan luar biasa hari ini, dan ketajamannya akan kembali seiring berjalannya waktu,” kelakarnya.
Krisis Cedera Menghantui Skuad
Di balik euforia kemenangan, AS Roma harus membayar mahal dengan cederanya Evan Ferguson yang mengalami memar pada punggungnya. Ferguson menambah daftar panjang pemain absen yang sebelumnya sudah diisi oleh Artem Dovbyk, Lorenzo Pellegrini, Leon Bailey, dan Pierluigi Gollini.
“Ferguson mengalami memar yang parah, dia kurang beruntung. Itu adalah benturan yang menyakitkan. Sayang sekali baginya, kita lihat hasil tes besok, tapi saya rasa itu bukan masalah otot atau sesuatu yang lebih serius,” jelas Gasperini.
Catatan Mureks menunjukkan, krisis cedera ini menjadi tantangan serius bagi AS Roma dalam menjaga konsistensi performa mereka di sisa musim.
Tepis Rumor Transfer Giacomo Raspadori
Di tengah konferensi pers pasca-pertandingan, Gasperini bereaksi keras saat ditanya mengenai rumor kepindahan Giacomo Raspadori ke Atletico Madrid. Ia merasa pertanyaan tersebut mengganggu konsentrasi tim dan tidak menghormati pemain yang ada.
“Saya tidak ingin membahas masalah ini, ini cukup menjengkelkan. Saya lebih suka hanya berbicara tentang pemain saya yang sedang memberikan serangkaian performa bagus. Mereka layak dihormati,” tegasnya dengan nada gusar.
Ia menambahkan, “Menurut saya, dalam sepak bola kita terlalu banyak membicarakan pemain yang menjadi milik klub lain. Kita hanya memberi makan media dengan pembicaraan tanpa henti tentang pemain yang bukan berada di Roma.” Kemenangan ini memberikan modal kepercayaan diri di tengah krisis pemain yang melanda skuad, sekaligus menegaskan fokus Gasperini pada performa timnya saat ini.






