Pemilik klub Persis Solo, Kaesang Pangarep, memastikan akan melakukan pembenahan manajemen secara menyeluruh menyusul performa tim yang terpuruk di dasar klasemen Super League 2025/2026. Langkah ini diambil untuk menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari ancaman degradasi dan memastikan klub tetap berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kaesang, yang merupakan putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo sekaligus adik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan komitmen tersebut setelah bertemu dengan sejumlah pentolan suporter Pasoepati. Pertemuan hangat itu berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026, di sebuah kafe dekat Stadion Manahan, Solo.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Tuntutan Suporter dan Respon Manajemen
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pasoepati, Jodi, dan Sekretaris Jenderal, Isna, hadir untuk menyampaikan lima tuntutan utama dari suporter. Tuntutan ini diajukan sebagai syarat mutlak untuk perbaikan tim agar Persis Solo dapat bangkit dari keterpurukan. Catatan Mureks menunjukkan, lima poin tuntutan tersebut meliputi:
- Pendampingan Langsung: Meminta Kaesang sebagai pemilik klub untuk hadir mendampingi tim secara intensif di sisa laga Super League musim ini.
- Evaluasi Total & Perombakan Manajemen: Menuntut pembersihan unsur-unsur manajemen yang dinilai memiliki konflik kepentingan.
- Perubahan Komposisi Pemain: Mendesak adanya evaluasi dan perombakan pemain untuk memperkuat kedalaman skuad.
- Transformasi Profesional: Menuntut sistem tata kelola klub yang lebih modern dan transparan.
- Garansi Anti-Degradasi: Jaminan bahwa Persis Solo tidak akan turun kasta pada akhir musim.
Didampingi Komisaris Persis Solo, Adityo Rimbo Galih Samudro, dan Direktur Klub, Ginda Ferachtriawan, Kaesang mendengarkan semua masukan dengan seksama. Ia menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti aspirasi suporter.
“Alhamdulillah, insya Allah kami akan meminta manajemen untuk memperbaiki diri. Yang pasti, itu akan dilakukan,” tegas Kaesang menanggapi tuntutan Pasoepati.
Kaesang juga menyatakan optimismenya bahwa tuntutan suporter tidak sulit diwujudkan. Ia yakin, dengan sinergi antara manajemen klub dan loyalitas Pasoepati, Persis Solo mampu bangkit dan keluar dari zona degradasi.
“Dilihat saja, dari suporternya sudah optimistis terus. Kok kita dari manajemen tidak optimistis?” pungkasnya, menunjukkan semangat untuk memperbaiki kondisi tim.






