Olahraga

John Herdman: “Saya Memimpin dengan Integritas,” Bantah Terlibat Skandal Drone Mata-mata

John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia, ternyata memiliki catatan kelam di balik reputasi gemilangnya di kancah sepak bola internasional. Pria asal Inggris berusia 50 tahun ini pernah tersandung kasus dugaan mata-mata menggunakan drone saat masih menukangi Timnas Kanada.

Penunjukan Herdman oleh PSSI sebagai pengganti Patrick Kluivert didasari rekam jejaknya yang mentereng. Bersama timnas putri Kanada, Herdman sukses tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mengukir sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Mureks mencatat bahwa di sektor putra, Herdman juga berhasil mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, sebuah momen bersejarah setelah 36 tahun absen, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Skandal Drone di Piala Dunia 2022 dan Olimpiade 2024

Namun, di balik capaian tersebut, muncul cerita mengenai kasus serius yang melibatkan Herdman. Pangkal masalahnya adalah dugaan penggunaan drone atau pesawat nirawak untuk memata-matai lawan dalam dua ajang besar: Piala Dunia 2022 dan Olimpiade 2024.

Pada Piala Dunia 2022, Herdman secara langsung menjabat sebagai pelatih Timnas Kanada. Sementara itu, pada Olimpiade 2024, meskipun Herdman tidak lagi berada dalam susunan kepelatihan Kanada, disinyalir ada pengaruh dari keputusannya pada Piala Dunia dua tahun sebelumnya yang turut menyeret namanya.

Sebuah Komite Independen yang dibentuk oleh Federasi Sepak Bola Kanada (CSA) menemukan adanya pelanggaran terhadap Kode Disiplin Federasi. Nama Herdman bahkan turut disebut dalam laporan investigasi terkait kasus di Olimpiade 2024 tersebut.

Sebagai konsekuensi, CSA lantas memecat pelatih tim putri Kanada, Bev Priestman, beserta dua asistennya, Jasmine Mander dan Joey Lombardi. FIFA juga menjatuhkan sanksi skorsing satu tahun kepada ketiga orang tersebut.

Bantahan Herdman dan Teguran Tertulis

Berbeda dengan ketiga staf pelatih yang dipecat dan diskors, Herdman yang membantah keras tuduhan penggunaan drone untuk tindakan mata-mata, hanya menerima teguran tertulis. Ia menegaskan komitmennya terhadap integritas dalam karier kepelatihannya.

“Sepanjang karier saya, saya telah memimpin dengan integritas, transparansi, dan rasa hormat yang mendalam terhadap permainan. Itu tidak berubah. Saya bekerja sama sepanjang proses, termasuk presentasi yang lengkap dan transparan kepada komite disiplin,” kata Herdman saat itu, seperti dilansir dari ESPN.

Kasus ini juga dikaitkan dengan pengunduran diri Herdman sebagai pelatih Toronto FC pada 29 November, yang banyak pihak menduga sebagai respons atas investigasi CSA yang sedang berjalan.

Mureks