Malam kelabu menyelimuti Mapei Stadium saat Sassuolo harus mengakui keunggulan tamunya, Juventus, dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan Serie A pada Rabu, 07 Januari 2026 dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi sorotan khusus bagi publik sepak bola Indonesia menyusul keterlibatan bek timnas, Jay Idzes, yang sayangnya menjadi salah satu protagonis dalam kekalahan Neroverdi.
Idzes melakukan kesalahan elementer di lini belakang yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh striker Juventus untuk memperlebar jarak skor. Sementara itu, kemenangan ini sangat krusial bagi pasukan Luciano Spalletti untuk menjaga asa di papan atas klasemen, menyamai perolehan poin AS Roma di peringkat keempat.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Juventus Pesta Gol di Mapei Stadium
Juventus tampil dominan sejak awal laga, meskipun harus bermain tanpa sejumlah pilar utamanya yang cedera. Keunggulan Bianconeri dibuka melalui gol bunuh diri Tarik Muharemovic di babak pertama, sebelum Fabio Miretti dan Jonathan David menambah penderitaan tuan rumah di babak kedua.
Gol pembuka Juventus terjadi pada menit ke-16 melalui proses yang cukup beruntung namun pantas mereka dapatkan. Berawal dari tekanan di sisi kanan, Pierre Kalulu melepaskan umpan silang yang salah diantisipasi oleh bek Sassuolo Tarik Muharemovic. Bola justru berbelok arah masuk ke gawang sendiri, meninggalkan kiper Arijanet Muric yang sudah mati langkah. Gol bunuh diri ini menjadi pukulan awal bagi mental tuan rumah yang sebenarnya berusaha mengimbangi permainan.
Sebelum gol tersebut, Juventus sudah menunjukkan intensitas serangan yang tinggi. Kenan Yildiz tampil impresif dengan mencuri bola dari Sebastian Walukiewicz dan melepaskan tembakan keras yang memaksa Muric bekerja keras. Ancaman demi ancaman terus dilancarkan oleh Bianconeri, termasuk upaya dari Khephren Thuram dan Weston McKennie yang membuat pertahanan Sassuolo kewalahan.
Sassuolo sendiri bukannya tanpa perlawanan, namun upaya mereka sering kali patah sebelum memasuki area berbahaya Juventus. Cedera yang dialami Kristian Thorstvedt di babak pertama semakin memperburuk situasi tuan rumah, memaksa Fabio Grosso melakukan pergantian pemain lebih awal yang sedikit mengganggu ritme permainan mereka.
Momen Krusial Miretti dan Blunder Idzes
Memasuki babak kedua, Juventus tidak mengendurkan serangan. Pada menit ke-62, keunggulan tim tamu bertambah berkat aksi gemilang Fabio Miretti. Gelandang muda ini berhasil memanfaatkan umpan matang dari Jonathan David, berlari menembus pertahanan Sassuolo sebelum melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dihalau Muric. Ini adalah gol pertama Miretti musim ini, sebuah momen spesial bagi produk akademi Juventus tersebut.
Gol ini tidak lepas dari visi bermain apik Michele Di Gregorio yang melepaskan umpan panjang akurat. Bola tersebut berhasil dikontrol dengan baik sebelum disodorkan kepada Miretti. Kecepatan dan ketenangan Miretti dalam penyelesaian akhir menunjukkan kematangannya yang terus berkembang di bawah asuhan Spalletti.
Hanya berselang dua menit dari gol Miretti, petaka kembali menghampiri Sassuolo, kali ini melibatkan bek timnas Indonesia, Jay Idzes. Bermaksud melakukan back-pass kepada kiper, operan Idzes justru terlalu lemah dan menjadi santapan empuk bagi Jonathan David. Striker Juventus itu dengan cepat menyerobot bola, menggiringnya melewati kiper Muric, dan dengan tenang menceploskan bola ke gawang yang kosong meski sempat coba dihalau oleh Walukiewicz.
Bagi Jonathan David, laga ini menjadi momen penebusan dosa yang manis. Setelah gagal mengeksekusi penalti pada pekan sebelumnya dan diterpa kritik tajam karena puasa gol yang panjang, penyerang asal Kanada ini akhirnya pecah telur. Golnya ke gawang Sassuolo tidak hanya mengakhiri paceklik golnya dalam 16 pertandingan, tetapi juga membungkam rumor ketidakharmonisan dirinya dengan rekan setim, terlihat dari selebrasi emosional seluruh pemain cadangan Juventus yang menghampirinya.
Bagi Idzes, momen ini tentu menjadi pelajaran berharga di level tertinggi sepak bola Italia. Kesalahan kecil dalam pengambilan keputusan atau eksekusi operan bisa berakibat fatal saat berhadapan dengan penyerang kelas dunia.
Pertahanan Solid Juventus di Tengah Badai Cedera
Salah satu kunci kemenangan Juventus dalam laga ini adalah solidnya lini pertahanan mereka, meski tampil dengan komposisi darurat. Absennya bek-bek utama seperti Federico Gatti, Daniele Rugani, dan Bremer memaksa Spalletti memutar otak. Keputusan menempatkan Teun Koopmeiners di jantung pertahanan terbukti jitu. Pemain asal Belanda ini mampu mengorganisir lini belakang dengan baik dan mematikan pergerakan penyerang Sassuolo, Andrea Pinamonti.
Kiper Michele Di Gregorio juga tampil tenang di bawah mistar gawang. Meski tidak banyak mendapat ancaman berarti sepanjang laga, ia tetap fokus dan melakukan beberapa penyelamatan penting di menit-menit akhir pertandingan, termasuk menepis tendangan bebas Nicholas Pierini. Clean sheet ini menjadi bonus manis bagi performa disiplin seluruh tim.
Sassuolo, di sisi lain, gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama. Serangan mereka yang dimotori Armand Lauriente sering kali buntu menghadapi tembok tebal Juventus. Statistik ini menunjukkan betapa dominannya Juventus dalam mematikan kreativitas serangan tuan rumah.
Implikasi Klasemen dan Pekerjaan Rumah Sassuolo
Kemenangan 3-0 ini membawa dampak signifikan bagi posisi Juventus di klasemen Serie A. Tambahan tiga poin membuat mereka semakin kokoh di papan atas dan terus menempel ketat tim-tim pesaing di zona Liga Champions. Konsistensi meraih poin penuh, terutama di laga tandang, menjadi modal berharga bagi Si Nyonya Tua untuk mengarungi sisa musim yang masih panjang.
Sebaliknya, bagi Sassuolo, kekalahan ini menjadi alarm bahaya. Berada di papan tengah, posisi mereka belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi jika tidak segera memperbaiki performa. Menurut Mureks, kesalahan-kesalahan individu di lini pertahanan menjadi biang kerok utama yang harus segera dievaluasi oleh pelatih Fabio Grosso jika ingin bersaing di level ini.
Pelatih Fabio Grosso memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk menjelang laga-laga berikutnya. Selain membenahi mentalitas pemain pasca-kekalahan telak, ia juga harus mencari solusi atas tumpulnya lini depan yang gagal mencetak gol di kandang sendiri. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar Sassuolo bisa kembali ke jalur kemenangan dan menjauh dari zona merah.






