Klub voli Jakarta Electric PLN Mobile menyatakan kesiapannya untuk mengarungi kompetisi Proliga 2026. Dengan nama baru dan amunisi pemain pilar dari Timnas Turki serta Belanda, tim ini bertekad merebut gelar juara ketujuh yang telah lama dinantikan.
Proliga 2026 menjadi penanda era baru bagi Jakarta Electric. Klub yang telah berdiri selama 22 tahun ini kini menyandang nama Jakarta Electric PLN Mobile, berbeda dari sebelumnya yang hanya dikenal sebagai Jakarta Electric PLN. Perubahan ini diiringi dengan perekrutan dua pemain asing andalan, Neriman Özsoy dari Turki dan Celeste Plak dari Belanda.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Neriman Özsoy: Pengalaman Kelas Dunia di Posisi Outside Hitter
Neriman Özsoy, pemain voli putri internasional asal Turki, akan mengisi posisi outside hitter. Rekam jejaknya sangat panjang, mulai dari memperkuat tim nasional voli putri Turki hingga bermain untuk sejumlah klub papan atas di berbagai liga elite dunia, termasuk Turki, Italia, Rusia, Jepang, dan Brasil.
Kemampuan serangan yang kuat serta jam terbang tinggi di kompetisi internasional membuat Neriman Özsoy diharapkan membawa pengalaman dan kualitas permainan kelas dunia untuk mengantarkan Jakarta Electric meraih gelar juara.
Celeste Plak: Motor Serangan Dominan dari Belanda
Sementara itu, Celeste Elle Plak, pemain voli putri internasional asal Belanda, akan menjadi opposite hitter. Ia dikenal sebagai salah satu penyerang paling eksplosif di level dunia dan merupakan pilar penting Tim Nasional Voli Putri Belanda. Celeste memiliki pengalaman panjang di liga-liga elite Eropa, seperti Italia dan Turki.
Dengan postur mencapai 190 cm, kekuatan serangan yang dominan, serta mental bertanding kelas internasional, kehadiran Celeste Plak di Jakarta Electric PLN Mobile diharapkan menjadi motor serangan utama tim sepanjang kompetisi Proliga 2026.
Persiapan Matang dan Optimisme Pelatih
Untuk urusan strategi, Jakarta Electric PLN Mobile masih mempercayakan kursi pelatih kepala kepada Chamnan Dokmai asal Thailand. Persiapan tim pun dilaporkan jauh lebih matang dibandingkan musim sebelumnya.
Asisten pelatih Jakarta Electric, Alim Suseno, pada Selasa (6/12/2026) mengungkapkan, “Kalau persiapan sekarang sudah semakin matang tidak seperti musim kemarin, kita sekarang persiapan sudah dua bulan. Alhamdulillah persiapan dalam segi individu, fisik sudah baik dan sekarang juga sudah terbentuk tim. Inshaallah kami siap mengarungi Proliga di tahun ini.”
Mureks mencatat bahwa persiapan intensif selama dua bulan, ditambah komposisi pemain yang solid, membuat Jakarta Electric PLN Mobile sangat percaya diri dapat merengkuh gelar juara musim ini. Tim ini terakhir kali merasakan gelar juara pada tahun 2017, sehingga sudah puasa gelar selama beberapa musim.
Optimisme tim semakin meningkat dengan kembalinya kapten Agustin Wulandhari dalam kondisi prima sejak awal musim. Pada tahun lalu, Agustin sempat diganggu cedera sehingga baru bisa bermain di babak final four, dan tim harus puas menempati peringkat keempat.
Agustin Wulandhari menyatakan keyakinannya, “Kalau musim ini saya melihat pemain sudah lengkap dan ditambah dua pemain asing yang juga tahun lalu salah satunya pernah main di Proliga juga, pemainnya diperhitungkan juga oleh musuh jadi saya optimis banget tim kami bisa ke grand final.”






