Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang pesat kini merambah industri game, memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas. Sony PlayStation, salah satu raksasa di dunia hiburan interaktif, baru-baru ini mengajukan paten yang bertujuan untuk mengurangi “gesekan” dalam bermain game melalui bantuan AI. Inovasi ini, yang dikenal sebagai Ghost Assistance, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan gamer veteran yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengasah keterampilan mereka.
Mengenal Fitur Ghost Assistance PlayStation
Menurut dokumen paten yang diajukan, fitur Ghost Assistance memungkinkan game PlayStation untuk dimainkan secara otomatis oleh AI. Dalam ringkasan Mureks, fitur ini menawarkan dua mode utama:
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
- Guide Mode: Pemain dapat meletakkan kontroler, dan AI akan mendemonstrasikan cara memecahkan teka-teki atau mendekati pertarungan yang sulit. Setelah demonstrasi, pemain dapat mengambil alih kembali untuk mencoba sendiri.
- Complete Mode: Mode ini lebih jauh lagi, di mana AI akan menyelesaikan tantangan sepenuhnya sebelum mengembalikan kendali kepada pemain.
Konsep ini, meskipun terdengar inovatif, telah memicu reaksi beragam. Bagi sebagian gamer, ide membiarkan AI mengambil alih permainan terasa bertentangan dengan esensi bermain game itu sendiri.
Kekhawatiran Hilangnya Sensasi Kemenangan
Bagi Elton Jones, seorang penulis teknologi yang telah bermain game sejak kecil, gagasan ini menimbulkan kekhawatiran mendalam. Ia memahami mengapa banyak pemain merasa tidak nyaman dengan ide ini, meskipun ia juga melihat potensi manfaatnya.
Elton Jones mengungkapkan bahwa setiap kali ia menghadapi bos yang brutal atau teka-teki yang memeras otak, rasa takut mulai muncul. Ia merasakan sensasi euforia setelah berhasil menembus rintangan, yang menurutnya membuat semua usaha sepadan. Sensasi euforia yang didapat setelah mengatasi tantangan sulit adalah inti dari pengalaman bermain game bagi banyak penggemar berat. Membiarkan AI menangani momen-momen tersebut berarti kehilangan kegembiraan yang diperoleh dengan susah payah itu. Penggemar game bergenre Soulslike, misalnya, kemungkinan besar akan mencemooh siapa pun yang membanggakan diri karena membiarkan AI mengalahkan Malenia di Elden Ring untuk mereka.
Jones berpendapat, lebih baik menyerah sementara, mengambil napas, dan kembali siap untuk mati 20 kali lagi. “Kemenangan akan terasa lebih manis dengan cara itu,” tambahnya.
Potensi “Pamer Palsu” dan Solusi yang Mungkin
Jika paten ini benar-benar diimplementasikan pada PS5 atau perangkat PlayStation di masa depan, diskusi game daring bisa menjadi lebih rumit. Bayangkan lini masa media sosial dipenuhi klip permainan nyaris sempurna dari para gamer, tanpa bisa membedakan apakah itu hasil tangan mereka sendiri atau karena “hantu” yang dihasilkan AI.
Sony dapat mencegah skenario ini dengan solusi sederhana: menonaktifkan perolehan trofi bagi pemain yang menggunakan fitur AI untuk menyelesaikan pekerjaan. Dengan begitu, pemain tetap mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, tetapi tidak dapat mengklaim kredit penuh atas pencapaian yang diperoleh oleh AI. Ini akan menjaga hak untuk membanggakan diri atas permainan yang jujur sambil mencegah “pamer palsu.”
Keseimbangan Antara Aksesibilitas dan Tantangan
Meskipun demikian, Jones mengakui bahwa ada kalanya bantuan AI bisa sangat berguna. Ia sendiri pernah mencari solusi teka-teki di YouTube. Dengan Ghost Assistance, pemain tidak perlu meninggalkan game untuk keluar dari kebuntuan. Mengaktifkan Guide Mode dapat dengan cepat membantu pemain melewati rintangan yang membuat frustrasi tanpa sepenuhnya mengeluarkan mereka dari pengalaman bermain.
Digunakan secara bijak, jenis bantuan ini dapat menciptakan keseimbangan yang sehat antara aksesibilitas dan agensi pemain. Pemain kasual mungkin menemukan apa yang mereka cari dalam fitur seperti Ghost Assistance, sementara penggemar berat kemungkinan besar akan mengabaikannya sepenuhnya.
Pada akhirnya, dampak nyata teknologi ini, jika diterapkan pada PS6, akan sangat bergantung pada bagaimana dan seberapa sering pemain memilih untuk menggunakannya. Ini adalah gambaran menarik tentang arah masa depan industri game.






