Influencer Sherly Annavita mengunggah rekaman CCTV di akun Instagram terverifikasinya, Jumat (2/1/2026), setelah mengalami serangkaian teror. Insiden yang terjadi pada 30 Desember 2025 itu memperlihatkan mobilnya dicoret dengan piloks merah dan rumahnya dilempar telur busuk. Teror ini diduga berkaitan dengan kritik vokal Sherly terkait penanganan bencana banjir di Pulau Sumatra.
Dalam unggahan tersebut, Sherly Annavita menyertakan delapan poin pernyataan sikap. Salah satu poin krusial adalah pertanyaan Sherly mengenai bagaimana para pelaku bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) anggota keluarganya. Ia juga mengklarifikasi bahwa rumah yang menjadi sasaran teror bukanlah kediaman pribadinya.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kronologi dan Modus Pelaku
Melalui cuitannya pada Kamis (1/1/2025), Sherly Annavita menjelaskan modus operandi pelaku. “2. Pelaku memakai 2 motor. Satu motor awal sepertinya yang memastikan target dan motor kedua yang dinaiki 2 orang yang melakukan tugasnya,” tulisnya. Ia menambahkan bahwa pemasangan CCTV pribadi sedang diupayakan, namun terkendala libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026.
Mureks mencatat bahwa keputusan Sherly Annavita untuk mempublikasikan rekaman CCTV ke media sosial dilatarbelakangi oleh ancaman yang sudah melibatkan keluarganya, termasuk pengiriman identitas adiknya. “Setelah sebelumnya banyak sekali dm dan wa teror yang punya tingkat kemiripan. Jadi kalau ada hal-hal aneh terjadi setelah ini, teman-teman juga setidaknya sudah tahu urutan peristiwanya,” jelas Sherly.
Teror Berulang dan Dugaan Motif
Ini bukan kali pertama Sherly Annavita menerima teror serupa. Ia mengungkapkan bahwa teror yang hampir sama pernah terjadi pada tahun 2019, kala itu setelah ia menyampaikan pendapat terkait pemindahan Ibu Kota dalam sebuah program televisi.
Sherly Annavita menegaskan tidak spesifik menyalahkan pihak tertentu. Ia menduga pelakunya adalah pihak yang ingin mengadu domba dan mencari keuntungan di tengah situasi sulit. “Teror seperti ini rutin dialami siapapun yang dianggap bertentangan dengan kebijakan pemerintah, bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa. Baik itu pada kasus UU Ciptakerja, revisi UU KPK, UU TNI POLRI dll,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Jadi adalah hal yang wajar apabila ada anggapan pelakunya berasal dari institusi/ pihak yang akan diuntungkan dari diamnya korban. 8. Semoga tidak ada lagi peristiwa serupa kedepannya. Amin.”
Rekaman CCTV dan Dukungan Publik
Rekaman CCTV yang diunggah Sherly Annavita menunjukkan dua orang mengendarai sepeda motor berhenti di depan rumah. Salah satu pelaku, yang mengenakan helm untuk menutupi wajahnya, turun dan menandai mobil putih Sherly Annavita dengan piloks. Pelaku juga terlihat mengendap-endap di gerbang rumah sebelum melemparkan sesuatu.
Sejumlah selebritas dan figur publik turut memberikan dukungan moral kepada Sherly Annavita. “Sherly kuat banget,” tulis Chiki Fawzi. Sementara itu, Fathian Hafiz menambahkan, “It’s ok banget lapor ke medsos kalo level ngerinya kayak gini. Sangat understandable. No need to explain. Semangat terus.”






