Jakarta, Mureks – Nama Nokia X100 Pro 5G mendadak ramai diperbincangkan di jagat maya sejak akhir 2025, dengan berbagai klaim spesifikasi gahar dan fitur mumpuni. Namun, HMD Global, pemegang lisensi merek Nokia untuk ponsel, memastikan bahwa perangkat tersebut belum pernah diumumkan secara resmi hingga awal Januari 2026.
Pantauan Mureks pada Sabtu, 03 Januari 2026, di situs resmi HMD Global menunjukkan bahwa ponsel dengan model Nokia X100 Pro 5G sama sekali tidak ditemukan. Hal ini mengindikasikan bahwa smartphone yang dirumorkan tersebut belum pernah dirilis, dijual, atau terdaftar secara resmi oleh perusahaan.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Fakta Nokia X100 dan Rumor X100 Pro
HMD Global dan Nokia memang pernah merilis ponsel Android bernama Nokia X100 pada tahun 2021. Namun, perangkat ini memiliki spesifikasi yang jauh berbeda dari rumor Nokia X100 Pro 5G yang beredar.
- Nokia X100 (2021): Ponsel kelas menengah ke bawah dengan dukungan 5G, ditenagai chipset Snapdragon seri menengah, kamera utama 48MP, dan baterai 4.470mAh.
- Rumor Nokia X100 Pro 5G: Mengklaim spesifikasi fantastis seperti kamera utama 300MP, RAM hingga 18GB, layar 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz, dan baterai 7.000mAh.
Seluruh detail spesifikasi Nokia X100 Pro yang tersebar di internet masih sebatas spekulasi tanpa sumber resmi. Tidak ada siaran pers, teaser, atau pernyataan dari HMD Global yang mendukung bocoran tersebut. Rumor ini mulai ramai sekitar Oktober 2025 dan kembali meningkat pencariannya memasuki Januari 2026, memicu banyak media teknologi mengangkat informasi yang belum terverifikasi.
Nvidia Akuisisi Saham Nokia Senilai USD 1 Miliar
Di tengah ramainya rumor tersebut, Nokia mengumumkan pada Selasa, 28 Oktober 2025, bahwa Nvidia telah mengambil alih saham senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,58 triliun (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.588) di perusahaan jaringan tersebut. Akuisisi ini menandai kemitraan strategis terbaru bagi produsen cip kecerdasan buatan (AI) tersebut.
Setelah berita tersebut, saham Nokia melonjak 22%. Nokia akan menerbitkan lebih dari 166 juta saham baru seiring pengambilalihan saham oleh Nvidia. Dana ini akan digunakan Nokia untuk mendanai rencana di bidang AI dan keperluan umum perusahaan lainnya, demikian mengutip CNBC pada Rabu (29/10/2025).
Kemitraan Strategis untuk Teknologi 6G dan AI
Kedua perusahaan juga menjalin kemitraan strategis untuk bekerja sama mengembangkan teknologi seluler 6G generasi mendatang. Nokia menyebutkan akan mengadaptasi perangkat lunak 5G dan 6G agar dapat berjalan di cip Nvidia, serta akan berkolaborasi dalam teknologi jaringan untuk AI. Nvidia menuturkan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan teknologi Nokia ke dalam rencana infrastruktur AI pada masa mendatang.
Pengumuman ini disampaikan saat CEO Nvidia, Jensen Huang, bersiap untuk berbicara di hadapan pembuat kebijakan dan pemimpin pemerintahan di Washington D.C. sebagai pembicara utama dalam konferensi perusahaan tersebut. Nokia dan Nvidia dijadwalkan membahas beberapa kolaborasi dan rencana mereka di konferensi itu.
Investasi Nvidia di Sektor AI dan Kapitalisasi Pasar Rekor
Nvidia telah aktif berinvestasi di mitra strategis dalam beberapa bulan terakhir, memperkuat posisinya sebagai pusat dunia AI. Mureks mencatat bahwa pada September 2025, Nvidia berkomitmen untuk investasi USD 5 miliar atau Rp 82,91 triliun kepada mantan pesaingnya Intel. Selain itu, perusahaan juga menginvestasikan USD 100 miliar atau Rp 1.658 triliun di OpenAI, USD 500 juta atau Rp 8,29 triliun di startup mobil Wayve, dan USD 667 juta atau Rp 11,05 triliun di penyedia cloud Inggris Nscale.
Sebelumnya, harga saham Nvidia mencapai rekor baru pada Selasa, 30 September 2025, seiring kenaikan hampir 3%, mengangkat kapitalisasi pasar produsen cip tersebut melampaui USD 4,5 triliun atau Rp 74.908 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.646). Saham Nvidia telah naik sekitar 39% sepanjang tahun tersebut.
Kinerja saham Nvidia menarik investor seiring perusahaan meningkatkan laju transaksinya, memperkuat posisinya di pusat ledakan kecerdasan buatan. OpenAI mengatakan pekan lalu Nvidia akan mengambil saham ekuitas senilai hingga USD 100 miliar atau Rp 1.662 triliun di startup AI tersebut, dan akan membangun pusat data senilai ratusan miliar dolar AS yang diisi dengan unit pemrosesan grafis Nvidia. Seluruh proyek “Stargate” diperkirakan menelan biaya USD 500 miliar atau Rp 8.310 triliun. CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan produk Nvidia mencakup sekitar 70% dari pengeluaran untuk pusat data AI baru.






