Teknologi

Harga Memori DDR5 Diprediksi Melonjak 60% di Awal 2026, Modul 32GB Berpotensi Tembus Rp 8 Juta

Harga memori DDR5 diproyeksikan melonjak drastis pada tahun 2026. Para analis memperkirakan kenaikan harga DRAM mencapai 60% hanya dalam kuartal pertama 2026, berpotensi mendorong harga modul DDR5 32GB melampaui angka $500 atau sekitar Rp 8 juta.

Kenaikan signifikan ini, menurut tim redaksi Mureks, didorong oleh ketatnya pasokan dan pergeseran prioritas di pasar memori global. Permintaan yang tinggi dari sektor server dan produk High Bandwidth Memory (HBM) untuk kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor utama yang menguras kapasitas produksi.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Proyeksi Kenaikan Harga Kontrak DRAM

Firma riset industri, TrendForce, memprediksi harga kontrak DRAM akan melonjak sekitar 55 hingga 60% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Proyeksi ini mencerminkan semakin ketatnya pasokan di seluruh pasar.

Penting untuk dicatat bahwa perkiraan TrendForce ini mengacu pada harga kontrak, bukan jaminan kenaikan harga ritel secara langsung. Namun, ini memberikan gambaran tekanan yang dapat merambat ke komponen PC jika inventaris menipis dan produsen modul meneruskan biaya tersebut kepada konsumen, yang kemungkinan besar akan terjadi.

Dampak pada Harga Ritel Modul DDR5

Sebagai ilustrasi, sebuah modul Patriot Viper Venom 32GB DDR5-5200 saat ini terdaftar di Newegg dengan harga $325.99. Jika harga ritel naik sejalan dengan perkiraan tertinggi TrendForce, yaitu dikalikan 1,6, maka harganya bisa mencapai sekitar $521.60.

Angka ini, menurut pantauan Mureks, akan menjadi harga yang tak terbayangkan setahun yang lalu, menunjukkan betapa cepatnya dinamika pasar berubah. DDR5 sangat rentan karena proses produksinya berbagi dengan memori yang berfokus pada server.

Kenaikan Harga NAND Flash Juga Diprediksi

Selain DRAM, harga NAND Flash juga diperkirakan akan meningkat, meskipun dengan dinamika yang berbeda. TrendForce memproyeksikan kenaikan di semua kategori NAND, dengan harga SSD klien diproyeksikan naik lebih dari 40% dari kuartal ke kuartal.

Implikasi bagi Perakit PC

Bagi para perakit PC, prospek saat ini cukup mengkhawatirkan. Penganggaran memori menjadi lebih sulit, dan komponen yang dulunya dianggap sekunder kini semakin menjadi pusat keputusan dalam merakit komputer.

Mureks