Olahraga

Gary Neville: “Kaget Amorim Dipecat Secepat Ini,” Soroti Kegagalan Kolektif Manchester United

Keputusan mendadak Manchester United untuk memberhentikan Ruben Amorim dari kursi pelatih mengejutkan banyak pihak, termasuk mantan kapten Setan Merah, Gary Neville. Amorim, yang baru 14 bulan menukangi klub, resmi didepak pada Senin (5/1), sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United.

Neville mengaku terperangah dengan kecepatan keputusan klub mengakhiri masa kerja pelatih asal Portugal tersebut. Hasil imbang kontra Leeds datang tak lama setelah United juga gagal menang di kandang sendiri saat ditahan klub juru kunci, Wolverhampton Wanderers, dengan skor serupa. Rangkaian hasil tersebut membuat United tertahan di posisi keenam klasemen sementara Liga Primer.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Secara statistik, Amorim meninggalkan klub dengan catatan yang kurang meyakinkan. Pelatih berusia 40 tahun itu mencatat persentase kemenangan terendah, yakni 31,9 persen, dibandingkan enam manajer lain yang pernah menangani United sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, tahun terakhir klub menjuarai Liga Primer. Mureks mencatat bahwa persentase kemenangan ini menjadi yang terendah di era pasca-Ferguson. Pemecatan Amorim tak lepas dari ketegangan dengan jajaran petinggi klub, termasuk Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. Situasi semakin memanas setelah Amorim melontarkan sejumlah pernyataan tajam seusai laga kontra Leeds.

Neville: Pemecatan Cerminkan Kegagalan Kolektif

Neville menilai pemecatan tersebut mencerminkan kegagalan kolektif. Dia mengaku tidak heran Amorim akhirnya dipecat, namun terkejut pemutusan kontraknya begitu cepat. “Ketika seorang manajer dipecat, itu gambaran buruk bagi semua pihak. Artinya, semuanya tidak berjalan. Pada akhirnya semua dirugikan, apalagi jika pemecatan terjadi di tengah musim. Sangat sulit menemukan pengganti yang benar-benar tepat,” ujar Neville kepada Sky Sports.

“Saya kaget itu terjadi pagi ini. Bukan kaget karena dia dipecat, tetapi saya tidak menyangka akan secepat ini. Saya pikir mereka akan bertahan beberapa pekan lagi untuk mencari solusi,” kata Neville. Menurutnya, performa United dalam sebulan terakhir menjadi faktor penentu. Neville menilai penampilan MU benar-benar mengejutkan karena sangat buruk.

Scholes Sarankan Thomas Tuchel sebagai Pengganti

Pendapat senada disampaikan mantan gelandang MU, Paul Scholes. Dia menilai Amorim justru mempercepat kejatuhannya sendiri dengan pernyataan-pernyataan yang menantang hierarki klub. Scholes juga menyarankan United mengincar pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, sebagai pengganti permanen usai Piala Dunia tahun ini.

“Menurut saya, Tuchel adalah salah satu pelatih terbaik yang ada saat ini,” ujar Scholes dalam The Good, The Bad and The Football Podcast. “Dia menjadi target utama bagi saya. Kontraknya bersama Inggris hanya sampai musim panas,” imbuhnya. Scholes mengakui Tuchel bukan sosok yang mudah, tetapi sudah membuktikan diri di klub-klub besar.

Lineker: Amorim Bukan Sosok Tepat untuk United yang Kacau

Sementara itu, mantan penyerang timnas Inggris Gary Lineker menilai Amorim memang bukan figur yang tepat untuk menangani MU saat ini. Pasalnya, klub berada dalam kondisi yang kacau. “Para pemain tidak cocok dengan gaya bermainnya dan klub seharusnya menyadari itu sejak awal,” ujar Lineker dalam podcast The Rest Is Football. “Manchester United sudah seperti klub yang berantakan dalam beberapa tahun terakhir,” imbuhnya.

Kepergian Amorim kembali menegaskan periode transisi panjang Manchester United yang masih berjuang menemukan stabilitas, lebih dari satu dekade setelah era keemasan Sir Alex Ferguson berakhir. Di tengah berbagai kritik, sejumlah pemain tetap memberikan penghormatan. Bek United, Harry Maguire, menyampaikan pesan perpisahan melalui media sosial. “Terima kasih atas segalanya, bos. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depan Anda,” kata Maguire.

Mureks