Teknologi

Garmin Luncurkan Fitur Pelacak Makanan di CES 2026: Tantangan Diet di Tengah Godaan Las Vegas

Las Vegas, kota yang dikenal dengan gemerlap hiburan dan hidangan berlimpah, menjadi saksi peluncuran fitur inovatif dari Garmin. Bukan jam tangan kebugaran terbaru, melainkan kemampuan pelacakan makanan dan kalori yang terintegrasi dalam aplikasi Garmin Connect. Pengumuman ini disampaikan pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026, Selasa (06/01/2026), memicu perbincangan menarik di kalangan pegiat teknologi dan gaya hidup sehat.

Fitur baru ini menggabungkan teknologi pengenalan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan basis data makanan yang kaya. Pengguna kini dapat memantau asupan kalori dan nutrisi tanpa perlu beralih aplikasi, bahkan beberapa makanan bisa dicatat langsung melalui jam tangan Garmin mereka. Meskipun serupa dengan aplikasi pelacak makanan populer lainnya seperti MyFitnessPal, Noom, atau LifeSum, Garmin berambisi menjadikan Connect sebagai pusat utama untuk memantau nutrisi sekaligus mengaitkannya dengan tujuan kebugaran lainnya.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Integrasi ini dinilai logis. Bagi pengguna yang sudah memanfaatkan Garmin untuk melacak aktivitas fisik, aplikasi ini dapat memberikan estimasi pengeluaran kalori yang lebih akurat. Sistem akan mempersonalisasi rekomendasi berdasarkan tinggi, berat, dan jenis kelamin yang sudah tercatat dalam profil Garmin. Bahkan, fitur ini mampu menawarkan rekomendasi kalori dan makronutrien yang disesuaikan dengan target kebugaran pengguna.

Namun, peluncuran fitur ini di Las Vegas, kota penyelenggara CES 2026, justru memunculkan ironi tersendiri. Las Vegas, yang terkenal dengan sajian kuliner berukuran jumbo seperti margarita tiga kaki, Bloody Mary BLT, atau ayam goreng dan wafel, seolah menjadi lokasi yang kurang tepat untuk memulai diet ketat. Mureks mencatat bahwa Garmin bahkan memilih salah satu restoran favorit jurnalis Engadget, Yardbird, yang terkenal dengan hidangan ayam goreng dan wafelnya yang lezat, untuk mendemonstrasikan fitur pelacakan nutrisi ini. “Ini mungkin tempat terburuk untuk mulai memantau asupan kalori saya, terlepas dari sekitar 15.000 langkah yang saya lakukan setiap hari di sini,” ujar jurnalis tersebut.

Selain basis data makanan, pengguna juga bisa memanfaatkan kamera ponsel untuk mencatat asupan. Dengan pengenalan gambar bertenaga AI, aplikasi Connect secara umum cukup baik dalam menebak jenis makanan. Saat sesi makan siang media, aplikasi ini dengan cepat mengenali salmon panggang, jagung, dan beberapa sayuran lainnya. Namun, akurasi kuantitas masih menjadi tantangan. “Lima biji jagung tidak sama dengan satu cangkir,” jelas jurnalis Engadget, menyoroti ketidakakuratan dalam estimasi porsi. Meskipun porsi dapat disesuaikan secara manual, aplikasi belum mampu memberikan perkiraan yang lebih tepat saat ini. Seorang juru bicara Garmin menyatakan bahwa perusahaan sedang berupaya meningkatkan akurasi di area ini, sebuah isu umum bagi aplikasi yang mengandalkan deteksi gambar AI untuk menganalisis makanan. Meski demikian, proses pencatatan dinilai cepat dan mudah.

Fitur ini juga memungkinkan pengguna membuat entri makanan khusus dengan kuantitas bahan yang tepat, memudahkan pelacakan kebiasaan sarapan rutin atau pesanan kopi siang hari. Lebih lanjut, pemantauan nutrisi dan asupan kalori dapat dilakukan langsung melalui jam tangan Garmin yang kompatibel. Pengguna bahkan bisa mencatat makanan favorit atau yang baru saja dikonsumsi dari pergelangan tangan tanpa perlu menggunakan ponsel. Perintah suara juga berfungsi pada perangkat wearable Garmin yang mendukung.

Fitur pelacakan makanan ini kini tersedia bagi pelanggan Garmin Connect+ dengan biaya langganan 6,99 dolar AS per bulan. Langganan ini juga mencakup Active Intelligence, yang sebelumnya telah menawarkan wawasan berbasis AI untuk latihan pengguna, dan kini dapat memperhitungkan data nutrisi. Pelanggan akan menerima laporan harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan mengenai target kalori dan asupan yang telah dikonsumsi. “Namun, mari kita mulai memantau itu setelah saya meninggalkan Vegas,” pungkas jurnalis Engadget, mengakhiri ulasannya dengan nada humor.

Mureks