Teknologi

Fitur AI Apple Intelligence di iPhone Dikritik Kurang Kompetitif, Perusahaan Siapkan Peningkatan 2026

Apple menghadapi gelombang kritik terkait performa dan kapabilitas fitur kecerdasan buatan (AI) pada perangkat iPhone. Kemampuan AI Apple dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan para pesaing utamanya, terutama Google dan seri Pixel yang lebih agresif mengintegrasikan teknologi AI proaktif ke dalam pengalaman pengguna.

Menurut pantauan Mureks, sejumlah pihak menilai kemampuan AI pada iPhone saat ini masih kurang unggul. Namun, informasi yang beredar mengindikasikan bahwa situasi ini berpotensi berubah pada tahun 2026 dengan pembaruan fitur yang lebih matang dan kompetitif.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Kritik Terhadap Kapabilitas Apple Intelligence

Kritik terhadap kemampuan AI Apple secara spesifik menyoroti platform Apple Intelligence, sebuah sistem AI generatif yang diperkenalkan Apple pada tahun 2024 sebagai bagian dari pembaruan iOS 18. Meskipun sistem ini dirancang untuk menghadirkan fitur AI di iPhone, termasuk dukungan untuk Siri dan serangkaian alat AI lainnya, sejumlah pengamat teknologi berpendapat bahwa Apple masih tertinggal di belakang rival utama dalam hal pengalaman AI pengguna.

Salah satu perbandingan yang sering dikemukakan adalah implementasi AI pada seri Google Pixel 10 melalui fitur Magic Cue. Fitur ini secara proaktif memberikan informasi berdasarkan konteks pengguna tanpa perlu diminta. Sebagai contoh, ketika pengguna menelepon layanan pelanggan, perangkat dapat langsung menampilkan data penting seperti nomor penerbangan atau kode konfirmasi pada layar, sebuah pendekatan yang dinilai lebih intuitif.

Sebaliknya, Apple Intelligence dianggap kurang responsif dalam beberapa aspek. Pada versi pembaruan Siri, pengguna masih perlu mengaktifkan fitur secara manual untuk dapat memberikan respons. Hal ini berbeda dengan pesaing yang menawarkan solusi kontekstual tanpa permintaan langsung. Sistem AI Apple saat ini juga memerlukan interaksi eksplisit sebelum memberikan jawaban, sehingga pengalaman pengguna dinilai kurang proaktif oleh sebagian pihak.

Apple Intelligence: Fitur dan Tantangan Awal

Apple Intelligence merupakan rangkaian alat AI yang terintegrasi dalam perangkat iPhone, iPad, dan Mac. Sistem ini mencakup berbagai fitur seperti pemrosesan bahasa alami, kemampuan merangkum teks, dan peningkatan fungsi Siri. Apple Intelligence telah diperkenalkan bersama iOS 18 dan kompatibel dengan perangkat tertentu yang memenuhi persyaratan teknis.

Namun, peluncuran dan pengembangan fitur AI ini tidak berjalan mulus sepenuhnya. Beberapa fitur AI yang awalnya diumumkan oleh Apple belum sepenuhnya tersedia saat perangkat baru diluncurkan, termasuk beberapa peningkatan pada Siri yang dijanjikan. Kondisi ini memicu anggapan bahwa Apple terlalu optimis dalam memasarkan kemampuan AI sebelum semuanya siap.

Selain itu, Apple juga menghadapi kritik terhadap integrasi fitur seperti Apple Intelligence yang dinilai kurang bertenaga jika dibandingkan dengan AI di perangkat Android pesaing. Permasalahan ini dapat berdampak pada persepsi konsumen yang saat ini semakin menilai kecanggihan AI sebagai salah satu faktor penting dalam memilih smartphone premium.

Peluang Apple Mengejar Ketertinggalan di Tahun 2026

Kendati demikian, sejumlah analis dan pengamat industri menyatakan bahwa Apple berpeluang mengejar ketertinggalan ini melalui pembaruan perangkat lunak dan fitur AI yang akan dirilis pada tahun 2026. Apple memiliki sumber daya besar untuk investasi AI dan telah berulang kali memperkuat komitmennya terhadap pengembangan teknologi ini secara bertahap.

Rencana tersebut mencakup peningkatan fungsi Siri dan kemampuan Apple Intelligence agar lebih kontekstual dan responsif. Meskipun demikian, Apple belum memberikan rincian resmi tentang jadwal atau detail fitur yang akan datang. Apple juga diyakini akan memperluas dukungan AI pada lebih banyak perangkat iPhone terbaru melalui versi iOS mendatang.

Kritik terhadap Apple dalam hal AI menunjukkan bahwa persaingan di segmen smartphone premium kini tidak hanya berpusat pada kamera, layar, atau performa, tetapi juga pada kecanggihan AI. Perangkat seperti Google Pixel series yang memanfaatkan AI secara lebih agresif dianggap mampu menawarkan pengalaman yang lebih personal dan proaktif kepada pengguna. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa Apple terus berupaya memperbaiki fitur AI karyanya, termasuk melalui integrasi Apple Intelligence, namun pengamat industri melihat bahwa merek ini masih perlu berinovasi lebih cepat agar tetap kompetitif dalam menghadapi tekanan dari pesaing seperti Google dan produsen lain yang juga meningkatkan kemampuan AI di perangkat mereka.

Mureks