Nasional

Fasilitas Minyak Venezuela Beroperasi Normal Meski Diserang AS, Ekspor Anjlok Drastis

Fasilitas produksi dan pengolahan minyak milik Venezuela dilaporkan tetap beroperasi normal pada Sabtu (3/1/2026), tidak mengalami kerusakan signifikan akibat serangan Amerika Serikat (AS) yang disebut-sebut bertujuan menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Informasi ini disampaikan oleh dua sumber yang memiliki pengetahuan langsung mengenai operasional Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA), perusahaan energi negara tersebut. Mureks mencatat bahwa, serangan AS pada Sabtu dini hari (3/1/2026) di ibu kota Caracas menyebabkan setidaknya tujuh ledakan dan berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya oleh pasukan AS.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Dampak Serangan dan Blokade AS

Meskipun fasilitas minyak utama tidak terdampak, salah satu sumber PDVSA mengungkapkan bahwa Pelabuhan La Guaira, yang terletak dekat Caracas dan merupakan salah satu pelabuhan terbesar Venezuela, mengalami kerusakan parah. Namun, pelabuhan ini bukan merupakan fasilitas ekspor minyak.

Pada Desember lalu, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari perairan Venezuela. Selain itu, AS juga menyita dua kargo minyak milik Venezuela.

Langkah-langkah tersebut secara signifikan memangkas ekspor minyak negara anggota OPEC itu. Pada bulan Desember, volume ekspor hanya mencapai sekitar setengah dari pengiriman bulan November, yang tercatat sekitar 950 ribu barel per hari (bph), berdasarkan data pemantauan dan dokumen internal.

Kebijakan AS ini menyebabkan banyak pemilik kapal menghindari perairan Venezuela, yang dengan cepat meningkatkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar PDVSA. Akibatnya, PDVSA terpaksa memperlambat pengiriman di pelabuhan-pelabuhan dan menyimpan minyak di atas kapal tanker untuk menghindari pengurangan produksi minyak mentah maupun kapasitas pengilangan.

Pemulihan Sistem Administrasi PDVSA

Di sisi lain, sistem administrasi PDVSA juga belum sepenuhnya pulih dari serangan siber yang terjadi pada Desember lalu. Insiden tersebut memaksa perusahaan untuk mengisolasi terminal, ladang minyak, dan kilang dari sistem pusatnya. Untuk menjaga operasional tetap berjalan, PDVSA kembali menggunakan metode pencatatan manual.

Mureks