Olahraga

Fabio Pisacane: “Saya Tidak Suka Mengomentari Kinerja Wasit” Usai Cagliari Takluk dari AC Milan

Cagliari harus mengakui keunggulan AC Milan dengan skor tipis 0-1 dalam laga yang berlangsung sengit. Meski diwarnai insiden klaim penalti yang memicu perdebatan, Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, memilih untuk tidak menyalahkan kepemimpinan wasit, menunjukkan sikap sportif yang patut diteladani.

Pisacane Bela Keputusan Wasit

Insiden krusial terjadi saat tendangan salto Semih Kilicsoy mengenai lengan Samuele Ricci di area terlarang Milan. Namun, karena posisi tangan Ricci menempel di tubuh, Video Assistant Referee (VAR) tidak menyarankan peninjauan di lapangan (On-Field Review).

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Berbeda dengan kebanyakan pelatih yang kerap melancarkan protes keras, Pisacane justru bersikap jujur dan konsisten dengan pendiriannya. “Saya sudah katakan minggu lalu, saya tidak suka mengomentari kinerja wasit,” ujar Pisacane kepada Sky Sport Italia.

“Saya harus jujur, bagi saya itu bukan tendangan penalti. Jika mengenai lengan kiri, Anda mungkin berpikir dia memperlebar jangkauan tubuh, tetapi tidak dengan lengan kanan. Kita juga harus belajar membantu wasit, karena pada kesalahan sekecil apa pun, orang-orang mencoba menjadikannya bencana mingguan. Saya lebih suka menganggap ofisial melakukan tugas mereka dengan itikad baik,” tegas Pisacane, seperti yang Mureks catat dari pernyataannya.

Gagal Manfaatkan Momentum dan Kondisi Lapangan

Cagliari sejatinya memulai laga dengan agresif dan menciptakan beberapa peluang di menit-menit awal. Namun, intensitas serangan tersebut menurun setelah Rafael Leao mencetak gol pembuka untuk Rossoneri di babak kedua, memanfaatkan umpan Adrien Rabiot dengan sontekan di tiang jauh.

Pisacane menyesali kegagalan anak asuhnya dalam mencetak gol saat mereka mendominasi di babak pertama. “Kami menjalani babak pertama yang hebat, tetapi sulit untuk menjaga intensitas dan tempo tersebut selama 90 menit,” aku Pisacane.

“Kekecewaannya adalah kami tidak memanfaatkan momen itu untuk mencetak gol di babak pertama. Jika Anda tidak memecah kebuntuan melawan lawan seperti ini, Anda akan menanggung akibatnya,” tambahnya.

Selain itu, kondisi lapangan yang licin di babak kedua juga menjadi sorotan. Pisacane menjelaskan bahwa tingkat kelembapan yang meningkat di malam malam membuat lapangan menjadi sangat menantang bagi para pemain. “Masalahnya adalah semakin malam tingkat kelembapan meningkat. Mereka yang pernah bermain di stadion ini tahu bahwa terkadang pul besi pun tidak cukup. Mengecewakan, karena ada pemain yang terpeleset saat proses gol tersebut terjadi,” jelasnya.

Kekalahan Cagliari juga dibayangi kekhawatiran setelah striker Sebastiano Esposito harus ditarik keluar karena kram. Pisacane mengonfirmasi bahwa sang pemain merasa sensasi terbakar pada ototnya dan akan menjalani tes medis lebih lanjut untuk memastikan tidak ada cedera serius.

Mureks