Tren

Erick Thohir dan Hery Gunardi Dorong Atlet SEA Games 2025 Melek Finansial untuk Masa Depan Sejahtera

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI meluncurkan program literasi dan edukasi keuangan bagi para atlet berprestasi yang berlaga di SEA Games 2025 Thailand. Inisiatif ini hadir menyusul penyerahan bonus miliaran rupiah dari pemerintah kepada para atlet dan pelatih peraih medali, Kamis, 8 Januari 2026.

Program bertajuk “Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes” ini bertujuan membekali para pahlawan olahraga nasional dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan. Kegiatan edukasi tersebut diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, di Menara BRILiaN, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir serta Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Literasi Keuangan untuk Stabilitas Jangka Panjang

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi atlet, terutama dalam mengelola bonus prestasi. Menurutnya, sebagai bank penyalur bonus, BRI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan dana tersebut dimanfaatkan secara optimal demi masa depan atlet.

“Prestasi di arena olahraga merupakan puncak dedikasi dan disiplin, namun tantangan sesungguhnya sering kali muncul di luar arena, terutama dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga stabilitas finansial jangka panjang,” ujar Hery Gunardi.

Ia menambahkan, dengan pemahaman keuangan yang memadai, atlet diharapkan mampu menghindari risiko kesalahan pengelolaan dana dan dapat memanfaatkan penghasilan mereka untuk tujuan produktif, seperti investasi, perlindungan finansial, dan perencanaan masa pensiun sejak dini.

Sinergi Kemenpora dan Pakar Finansial

Senada dengan Hery Gunardi, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menilai kolaborasi antara Kemenpora, BRI, dan para pakar finansial merupakan langkah strategis dalam mencetak atlet yang unggul secara menyeluruh. Erick Thohir menekankan bahwa atlet perlu didorong untuk menjadi juara tidak hanya di arena pertandingan, tetapi juga dalam pengambilan keputusan finansial.

“Kami memandang penting untuk menggandeng BRI bersama para pakar finansial guna memberikan edukasi dan literasi keuangan. Harapannya, para atlet dan pelatih dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola penghasilan dan berinvestasi secara tepat,” kata Erick Thohir.

Dalam program ini, BRI menghadirkan perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia, Prita Ghozie. Ia memberikan wawasan praktis dan relevan mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan jangka panjang, serta pembentukan kebiasaan finansial yang sehat.

Prita Ghozie dalam paparannya menekankan pentingnya kesadaran finansial sejak dini, terutama bagi atlet yang memiliki masa produktif relatif singkat. Ia membagikan strategi pengelolaan penghasilan, pengaturan arus kas, serta pentingnya investasi dan proteksi keuangan untuk menjaga ketahanan finansial dalam jangka panjang.

Indonesia Runner-up SEA Games 2025, Raih 333 Medali

Program literasi keuangan ini hadir setelah kontingen Indonesia menorehkan prestasi gemilang di SEA Games 2025 Thailand. Indonesia berhasil mencatatkan sejarah sebagai runner-up meski tidak berstatus sebagai tuan rumah. Kontingen Merah Putih mengoleksi total 333 medali, terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu, yang mengantarkan Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir. Pencapaian ini menyamai rekor SEA Games 1995 Chiang Mai, Thailand.

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tersebut, Pemerintah Republik Indonesia memberikan bonus kepada para atlet dan pelatih peraih medali. Penyaluran penghargaan dilakukan pada Kamis, 8 Januari 2026, sebagai wujud penghormatan negara terhadap dedikasi dan kerja keras para insan olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat regional.

Besaran bonus atlet dan pelatih telah diatur dalam Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025. Mureks merangkum, atlet perorangan peraih medali emas menerima bonus Rp1 miliar, perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157,5 juta. Untuk atlet ganda, bonus masing-masing sebesar Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak, dan Rp126 juta untuk perunggu. Sementara itu, atlet beregu menerima bonus Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak, dan Rp110,25 juta untuk perunggu.

Apresiasi juga diberikan kepada pelatih. Pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh Rp300 juta untuk emas, Rp126 juta untuk perak, dan Rp63 juta untuk perunggu. Adapun pelatih beregu menerima bonus Rp400 juta untuk emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu. Bagi pelatih yang menangani perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak, dan Rp31,5 juta untuk perunggu.

Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan ini, diharapkan para atlet Indonesia tidak hanya mencetak prestasi di tingkat internasional, tetapi juga memiliki kesiapan finansial yang kuat. Dengan demikian, para juara Indonesia dapat terus berprestasi dan menjalani kehidupan yang sejahtera, baik selama maupun setelah masa karier olahraga mereka berakhir.

Mureks