Olahraga

Enzo Maresca Resmi Tinggalkan Chelsea, Konflik Kebijakan Transfer Pemain Jadi Akar Masalah

Chelsea memulai tahun 2026 dengan kabar mengejutkan. Manajer Enzo Maresca resmi meninggalkan jabatannya per Kamis (1/1/2026), menyusul ketidaknyamanan dan perselisihan internal dengan jajaran direksi klub. Keputusan ini mengguncang stabilitas tim yang seharusnya fokus pada paruh kedua musim.

Maresca Merasa Tak Didukung dan Idealismenya Terganggu

Manajemen Chelsea mengumumkan kepergian Maresca dengan kesepakatan kedua belah pihak. Namun, dilansir Daily Mirror, keputusan ini murni datang dari Maresca yang merasa sudah tidak nyaman. Ia menilai suasana kerja di Stamford Bridge sudah tidak sesuai dengan keinginan dan idealismenya.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Ketegangan di internal Chelsea telah terjadi dalam 24 jam terakhir sebelum pengumuman. Maresca dan direksi klub kerap berdebat, meskipun keduanya sempat membuka peluang untuk mencari solusi. Namun, kesepakatan tak ditemukan, dan Maresca merasa posisinya tidak didukung.

Perselisihan Kebijakan Transfer Pemain Sejak Lama

Konflik ini diduga sudah terpendam sejak lama. Pada musim panas 2025, Maresca secara spesifik meminta manajemen Chelsea untuk membeli bek tengah baru. Permintaan ini muncul karena stok bek yang minim, diperparah dengan kondisi Levi Colwill yang tidak fit.

Namun, jajaran direksi Chelsea menolak permintaan tersebut. Mereka meminta Maresca untuk memberdayakan pemain yang sudah ada dan mengikuti saran dari tim medis. Situasi ini menjadi awal mula ketegangan.

Dalam 24 jam terakhir sebelum kepergiannya, manajemen Chelsea menuding Maresca menolak saran dari tim medis, yang disebut-sebut membuat para pemain rentan cedera. Di sisi lain, Maresca berargumen bahwa stok pemain yang terbatas serta kurangnya dukungan untuk mengeksplorasi potensi pemain muda di kompetisi Eropa dan domestik menjadi dasar kebijakannya di tim, karena ia tidak punya banyak pilihan.

Mureks mencatat bahwa kebijakan jual-beli pemain yang kerap dilakukan Chelsea memang seringkali mengganggu stabilitas tim. Sirkulasi pergantian pemain yang cepat ini membuat Maresca kesulitan menerapkan filosofinya. Ia harus terus menyesuaikan karakter pemain dengan taktik dan strategi tim, yang pada akhirnya memicu keputusannya untuk cabut dari kursi manajer.

Mureks