Piala Afrika 2025 telah merampungkan babak fase grup, menyaring 16 dari 24 kontestan untuk melaju ke fase gugur. Sementara sejumlah tim seperti Nigeria dan Aljazair tampil sempurna dengan menyapu bersih tiga kemenangan, fenomena menarik justru terjadi pada beberapa negara yang berhasil melaju tanpa meraih satu pun kemenangan. Mureks mencatat bahwa keberhasilan ini, meski terbilang unik, bukanlah hal baru dalam sejarah turnamen akbar sepak bola Afrika.
Dua tim terbaru yang menorehkan catatan ini adalah Mali dan Tanzania pada edisi 2025. Namun, jauh sebelum itu, beberapa negara lain juga pernah membuktikan bahwa hasil imbang yang konsisten bisa menjadi kunci untuk tetap bertahan di kompetisi. Berikut adalah enam tim terakhir yang berhasil lolos dari fase grup Piala Afrika tanpa kemenangan per tahun 2025:
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Daftar Tim Lolos Fase Grup Piala Afrika Tanpa Kemenangan
1. Tunisia (Piala Afrika 2019)
Pada Piala Afrika 2019, Tunisia menjadi salah satu dari dua tim yang berhasil melewati fase grup tanpa kemenangan. Tergabung di Grup E bersama Angola, Mali, dan Mauritania, Tunisia mengawali turnamen dengan dua hasil imbang 1-1 melawan Angola dan Mali. Di laga terakhir fase grup, mereka kembali bermain imbang tanpa gol dengan Mauritania.
Dengan koleksi tiga poin dari tiga hasil seri, Tunisia lolos sebagai runner-up grup, mengungguli Angola dan Mauritania yang masing-masing hanya mengumpulkan dua poin. Perjalanan Tunisia bahkan berlanjut hingga semifinal sebelum akhirnya dihentikan oleh Senegal. Mereka kemudian kalah dari Nigeria dalam perebutan peringkat ketiga.
2. Benin (Piala Afrika 2019)
Masih di edisi 2019, Benin juga mencatatkan tiga hasil imbang di fase grup. Berada di Grup F bersama Ghana, Guinea-Bissau, dan Kamerun, Benin bermain seri 1-1 dengan Ghana pada laga pembuka. Dua pertandingan berikutnya berakhir dengan skor kacamata saat berhadapan dengan Guinea-Bissau dan Kamerun.
Mengumpulkan tiga poin, Benin finis di peringkat ketiga klasemen Grup F. Beruntung, mereka tetap melaju ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Benin bahkan membuat kejutan dengan menyingkirkan Maroko melalui adu penalti di babak 16 besar, sebelum langkahnya dihentikan Senegal pada perempat final. Capaian ini menjadi yang terbaik bagi Benin di Piala Afrika hingga akhir 2025.
3. Mesir (Piala Afrika 2023)
Sebagai tim tersukses di Piala Afrika dengan tujuh trofi, Mesir juga pernah mengalami fase grup tanpa kemenangan pada edisi 2023. Tim berjuluk The Pharaohs, yang diperkuat Mohamed Salah, tampil tajam di Grup B dengan mencetak dua gol di setiap pertandingan melawan Mozambik, Ghana, dan Cape Verde.
Namun, rapuhnya lini pertahanan membuat Mesir selalu tertahan dengan skor 2-2 dalam ketiga laga tersebut. Mesir beruntung bisa lolos sebagai runner-up grup karena Ghana dan Mozambik memiliki performa yang lebih buruk. Sayangnya, keberuntungan Mesir berakhir di babak 16 besar setelah disingkirkan Republik Demokratik (RD) Kongo melalui adu penalti.
4. Republik Demokratik Kongo (Piala Afrika 2023)
Menariknya, RD Kongo yang menyingkirkan Mesir di Piala Afrika 2023 juga lolos dari fase grup tanpa kemenangan. Tergabung di Grup F, RD Kongo bermain imbang dengan Zambia, Maroko, dan Tanzania. Seperti Mesir, RD Kongo juga finis sebagai runner-up grup, yang kemudian mempertemukan mereka dengan Mesir di fase gugur.
RD Kongo melanjutkan performa impresifnya dengan mengandaskan Guinea 3-1 di perempat final. Namun, perjalanan mereka terhenti di semifinal oleh tuan rumah Pantai Gading. Dalam perebutan peringkat ketiga, RD Kongo harus mengakui keunggulan Afrika Selatan setelah kalah dalam adu penalti menyusul laga ketat tanpa gol.
5. Mali (Piala Afrika 2025)
Mali menjadi salah satu tim terbaru yang mengukir catatan serupa di Piala Afrika 2025. Tergabung di Grup A, Mali ditahan imbang dalam ketiga laga. Mereka gagal memenangi laga pembuka kontra Zambia setelah kebobolan gol Patson Daka pada menit ke-92, menyusul gol pembuka dari Lassine Sinayoko.
Setelah itu, Mali bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Maroko dan ditahan 0-0 oleh Komoro. Meski tanpa kemenangan, Mali berhasil finis sebagai runner-up Grup A karena Komoro dan Zambia meraih hasil yang lebih buruk. Di babak 16 besar, Mali dijadwalkan akan menghadapi Tunisia, yang berstatus runner-up Grup C.
6. Tanzania (Piala Afrika 2025)
Tanzania menunjukkan bahwa bahkan dengan raihan poin minimal, lolos ke fase gugur tetap mungkin. Di Grup C Piala Afrika 2025, Tanzania hanya mengumpulkan dua poin. Mereka memulai fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Nigeria, diikuti hasil imbang 1-1 melawan Uganda dan Tunisia.
Dengan dua poin, Tanzania menempati peringkat ketiga klasemen Grup C. Namun, mereka berhasil melaju ke babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Tanzania unggul dari Angola, yang juga finis di peringkat ketiga Grup B, berkat keunggulan dalam jumlah gol yang dicetak, meskipun memiliki poin dan selisih gol yang sama.
Keberhasilan tim-tim ini lolos dari fase grup tanpa kemenangan menunjukkan dinamika dan ketatnya persaingan di Piala Afrika. Menurut Mureks, catatan ini membuktikan bahwa strategi bertahan dan konsistensi meraih poin, meskipun kecil, bisa menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen.






