Setelah bertahun-tahun menjadi proyek eksperimental, ekosistem Windows on Arm kini menunjukkan kematangan signifikan. Sejak 2024, kehadiran chip Qualcomm Snapdragon X telah mengubah persepsi banyak pihak terhadap laptop Windows yang ditenagai arsitektur Arm.
Performa yang stabil, daya tahan baterai yang sangat panjang, serta efisiensi daya tinggi menjadikan perangkat ini sebagai alternatif serius bagi laptop x86 konvensional. Mureks mencatat bahwa perkembangan ini membuka babak baru dalam persaingan pasar komputasi.
Pantau terus artikel terbaru dan terupdate hanya di mureks.co.id!
Transformasi Kompatibilitas Aplikasi dan Gaming
Sebelumnya, masalah kompatibilitas aplikasi menjadi ganjalan terbesar bagi Windows on Arm. Banyak aplikasi profesional belum tersedia secara native, dan sektor gaming—salah satu kekuatan utama Windows—nyaris tidak dapat dinikmati.
Namun, sepanjang 2025, situasi tersebut mengalami perubahan drastis. Sejumlah aplikasi kreatif utama kini sudah berjalan secara native atau stabil melalui emulasi Prism. Adobe Premiere Pro, misalnya, telah mendukung arsitektur Arm secara langsung, sementara Lightroom Classic dapat digunakan dengan baik melalui emulasi, bahkan pada chip Snapdragon X Plus kelas menengah.
Ini merupakan lompatan besar dibandingkan generasi Windows on Arm sebelumnya yang seringkali terasa belum optimal. “Performa yang stabil, daya tahan baterai sangat panjang, dan efisiensi daya tinggi membuatnya menjadi alternatif serius bagi laptop x86 konvensional,” demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (1/1/2026).
Perbaikan signifikan juga terjadi di sektor gaming. Dukungan emulator kini mencakup instruksi AVX dan AVX2, yang membuka jalan bagi lebih banyak game x86 untuk dimainkan. Qualcomm juga menghadirkan Snapdragon Control Panel untuk pembaruan driver grafis yang lebih cepat, menyerupai pendekatan yang digunakan oleh Nvidia dan AMD.
Dukungan Easy Anti-Cheat dari Epic Games serta kemampuan instalasi game lokal melalui aplikasi Xbox di Windows 11 turut memperluas kompatibilitas. Dengan kondisi ini, Windows on Arm kini sudah bisa direkomendasikan untuk penggunaan harian, produktivitas, dan pekerjaan kreatif ringan.
Persaingan Ketat di Pasar Chip
Selama pengguna tidak bergantung pada aplikasi khusus yang belum kompatibel, pengalaman pakainya sudah cukup aman. Meskipun gaming berat tetap lebih cocok di laptop x86 dengan GPU diskrit, jarak performanya dengan Arm kian menyempit.
Keunggulan utama Snapdragon X masih terletak pada daya tahan baterai dan standby time yang jauh melampaui generasi laptop Windows sebelumnya. Meski demikian, dominasi Qualcomm tidak sepenuhnya mutlak.
Intel melalui Lunar Lake dan AMD dengan Strix Point membuktikan bahwa arsitektur x86 masih mampu bersaing dalam hal efisiensi dan performa. Persaingan diprediksi akan semakin panas pada 2026 dengan hadirnya Snapdragon X2, Intel Panther Lake, serta chip AMD generasi baru. Bahkan, Nvidia dirumorkan ikut meramaikan pasar Arm dengan fokus pada grafis.
Windows on Arm telah menjalani tahun yang positif, dengan ekosistem yang semakin matang dan relevan. Namun, ke depan, tantangannya bukan hanya soal pengembangan chip, melainkan bagaimana Windows dapat mempertahankan kepercayaan pengguna di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung di industri komputasi.





