Hiburan

Duffer Brothers Ungkap Momen Penuh Lingkaran di Akhir Stranger Things, Terhubung Langsung ke Musim Pertama

Momen penutup serial fenomenal Stranger Things musim kelima menghadirkan sebuah lingkaran penuh yang menyentuh hati para penggemar. Adegan terakhir yang mempertemukan kembali para karakter utama di ruang bawah tanah keluarga Wheeler ternyata telah direncanakan oleh Duffer Brothers sejak awal produksi serial ini.

Dalam adegan pamungkas tersebut, yang berlatar 18 bulan setelah peristiwa di Upside Down, geng Hawkins kembali bermain Dungeons & Dragons untuk terakhir kalinya. Momen ini secara langsung merefleksikan adegan pembuka serial tersebut di musim pertama, menciptakan paralel yang sempurna bagi perjalanan panjang mereka.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Rencana Delapan Tahun Duffer Brothers

Ross Duffer, salah satu kreator serial, mengungkapkan kepada Deadline bahwa akhir cerita ini bukanlah kebetulan. “It was always going to end with the kids in the basement. That’s been planned for eight years,” ujarnya, menegaskan komitmen mereka terhadap visi awal.

Kesesuaian antara awal dan akhir serial ini begitu mencolok. Sebuah perbandingan shot-by-shot yang dibagikan di Twitter pada 2 Januari 2026 menunjukkan kesamaan visual yang luar biasa, mulai dari alat penyiram air di depan rumah hingga Nyonya Wheeler memanggil Mike dari puncak tangga. Mureks mencatat bahwa detail ini menunjukkan perhatian tinggi terhadap narasi visual.

Ross Duffer melanjutkan, “Once we figured out this, ‘I believe,’ line from Mike, that’s when everything sort of crystallized. And of course, that was very early on, like week two or three of the writers room this [season]. Once Holly became a bigger figure, sort of the passing of the torch, those were some of the first ideas we had when we were talking about what we wanted this basement scene to be, before we even started writing the season. So it was always headed towards that goal post.”

Perpisahan dengan Masa Kanak-Kanak dan Inspirasi ET

Duffer Brothers melihat Stranger Things sebagai kisah coming of age yang besar. “At the end of the day, we see it as a big coming of age story. This scene is about one last moment of being kids before they leave that childhood behind. Them going up the stairs is them leaving it, and then Holly and her friends are the new generation who are going to live that out. So, that’s why that last shot of Mike, you see him go from feeling sad about leaving his childhood behind to feeling happy and knowing the happy memories he had with his friends are going to be with him forever,” jelas Ross Duffer.

Matt Duffer, dalam wawancara dengan Variety, menjelaskan pentingnya memperkenalkan karakter Holly, Derek, dan anak-anak pra-remaja lainnya di musim ini. Hal ini dirancang untuk menciptakan momen “passing of the torch” atau penyerahan tongkat estafet bagi serial tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa film klasik ET menjadi inspirasi untuk akhir cerita ini. “I also love the idea that the original ending of ET was them going to be them playing D&D again. So I like the idea of doing that,” kata Matt Duffer.

Meskipun demikian, Eleven tidak pernah direncanakan untuk berada di ruang bawah tanah bersama teman-temannya di akhir cerita. Menurut Ross Duffer, bagi Eleven, tidak ada akhir yang bahagia di Hawkins, namun pengorbanannya mungkin membawa kebahagiaan di tempat lain.

Mureks