Tim Nasional Aljazair harus berjuang ekstra keras selama 120 menit untuk mengamankan satu tempat di babak perempat final Piala Afrika 2025. Bertanding di Stade Prince Moulay Abdellah, Rabat, pada Selasa (6/1/2026) malam waktu setempat, Les Fennecs berhasil menundukkan Timnas Rep Demokrasi Kongo dengan skor tipis 1-0.
Gol tunggal kemenangan Aljazair dicetak secara dramatis oleh Adil Boulbina di penghujung babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini membawa Aljazair akan menghadapi rival sengitnya, Timnas Nigeria, di babak delapan besar. Sementara itu, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi RD Kongo yang telah menunjukkan pertahanan disiplin sepanjang laga.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Pertahanan Kokoh The Leopards Redam Gempuran Aljazair
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Aljazair langsung mengambil inisiatif serangan. Pasukan Vladimir Petković mendominasi penguasaan bola, bahkan mencapai 59% di babak pertama. Namun, lini pertahanan RD Kongo yang digalang oleh Chancel Mbemba dan Aaron Wan-Bissaka tampil sangat solid, membuat serangan Aljazair kerap buntu.
Peluang emas justru sempat didapatkan oleh RD Kongo melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-26. Cédric Bakambu berhasil lolos dari kawalan dan melepaskan tembakan keras. Beruntung, kiper Aljazair, Luca Zidane, melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola keluar. Ini menjadi debut turnamen yang impresif bagi putra legenda Zinedine Zidane tersebut.
Memasuki babak kedua, Aljazair mencoba meningkatkan intensitas serangan. Riyad Mahrez beberapa kali mengirimkan umpan silang berbahaya ke kotak penalti, namun kiper RD Kongo, Lionel Mpasi, tampil sigap memotong setiap bola. Skor kacamata 0-0 pun bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Momen Penentu: Sihir Adil Boulbina di Menit Krusial
Di babak perpanjangan waktu, kedua tim mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, yang membuat tempo permainan sedikit menurun. Saat laga diprediksi akan berlanjut ke babak adu penalti, keajaiban terjadi pada menit ke-119.
Pemain pengganti, Adil Boulbina, menerima bola di sisi kiri pertahanan Kongo. Dengan aksi individu yang memukau, ia melakukan gerakan cut-inside, melewati dua pemain bertahan lawan, sebelum melepaskan tembakan melengkung (curling shot) yang menghujam pojok kanan atas gawang Mpasi. Gol tersebut sontak disambut euforia luar biasa dari bangku cadangan Aljazair.
Pelatih Aljazair, Vladimir Petković, memuji mentalitas anak asuhnya usai pertandingan. “Ini adalah kemenangan karakter. Kami tidak panik meski gol tak kunjung datang hingga menit akhir,” ujarnya, menyoroti ketenangan timnya di bawah tekanan. Mureks mencatat bahwa ketahanan mental ini menjadi kunci penting bagi Aljazair untuk melaju.
Statistik Pertandingan (120 Menit)
| Statistik | Aljazair | RD Kongo |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 1 | 0 |
| Penguasaan Bola | 62% | 38% |
| Total Tembakan | 15 | 8 |
| Tembakan ke Gawang (On Target) | 5 | 3 |
| Sepak Pojok | 7 | 4 |
| Penyelamatan Kiper | 3 | 4 |
Susunan Pemain
- Aljazair (4-2-3-1): Luca Zidane; Mandi, Bensebaini, Ait-Nouri, Atal; Bennacer, Boudaoui; Mahrez (Boulbina 78′), Chaibi, Amoura; Bounedjah.
- RD Kongo (4-3-3): Mpasi; Wan-Bissaka, Mbemba, Tuanzebe, Masuaku; Moutoussamy, Pickel, Kakuta; Wissa, Bakambu, Elia.
Aljazair kini memiliki waktu istirahat tiga hari untuk mempersiapkan diri menghadapi laga yang disebut-sebut sebagai “final kepagian” melawan Nigeria di babak perempat final.






