Tren

DPRD DKI Tegaskan Keterbukaan, Raden Gusti: Gedung Ini Milik Warga Jakarta

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta secara resmi dinyatakan terbuka lebar bagi pelajar dan seluruh lapisan masyarakat. Keterbukaan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dekat proses kerja serta fungsi lembaga legislatif, sekaligus memperkuat edukasi publik mengenai demokrasi.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Raden Gusti Arief Yulifard, pada Kamis (8/1). Pernyataan ini muncul usai Gusti menerima kunjungan edukasi dari siswa-siswi SDN Tengah 01 Kramat Jati, Jakarta Timur, di kompleks Gedung DPRD DKI Jakarta.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

“Kita ingin terbuka bukan hanya untuk siswa-siswi, tapi semua masyarakat DKI Jakarta jika ingin datang, silakan,” ujar Gusti, menegaskan bahwa DPRD bukanlah institusi tertutup dan siap menerima siapa saja yang ingin belajar. Menurut pantauan Mureks, inisiatif ini merupakan langkah konkret DPRD dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.

Gusti menjelaskan, keterbukaan Gedung DPRD diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap lembaga legislatif. Dengan menyaksikan langsung aktivitas para wakil rakyat, publik dapat memahami bahwa seluruh anggota dewan bekerja untuk kepentingan warga Jakarta.

Pentingnya Pendidikan Karakter dan Wawasan Politik Sejak Dini

Lebih lanjut, Gusti menekankan pentingnya pendidikan karakter dan wawasan politik dikenalkan sejak usia dini. Pemahaman ini, menurutnya, akan membentuk generasi muda yang kritis, sadar akan hak dan kewajiban, serta tidak apatis terhadap proses demokrasi.

“Kita ingin memperkenalkan bagaimana pendidikan karakter, wawasan tentang politik, itu semua terbuka di DPRD DKI Jakarta,” kata Gusti. Ia menambahkan, pengenalan nilai-nilai demokrasi sejak awal sangat krusial bagi pembentukan karakter anak-anak.

Selain pelajar, masyarakat umum juga dipersilakan untuk datang dan mengetahui lebih jauh fungsi DPRD DKI Jakarta. Gusti menilai, keterlibatan publik menjadi kunci utama agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga.

Banyak masyarakat yang masih belum memahami bagaimana kebijakan daerah dibahas dan diputuskan. Melalui kunjungan langsung, proses legislasi, pengawasan, dan penganggaran dapat dipahami secara lebih sederhana dan nyata. “Pastinya kita ingin masyarakat tahu kebijakan yang lahir dari DPRD DKI Jakarta,” tegas Gusti.

Keterbukaan ini juga merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap DPRD. Dengan adanya komunikasi langsung, masyarakat dapat melihat transparansi dan akuntabilitas kinerja wakil rakyat secara langsung. Gusti berharap kunjungan edukasi seperti yang dilakukan SDN Tengah 01 Kramat Jati dapat terus berlanjut dan diikuti oleh sekolah-sekolah lain.

DPRD DKI Jakarta, menurutnya, siap menjadi ruang belajar demokrasi yang inklusif bagi generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat. “Kami semua bekerja untuk warga masyarakat DKI Jakarta,” pungkas Gusti, menegaskan komitmen DPRD untuk terus membuka ruang dialog dan edukasi bagi publik.

Mureks