Lanskap industri otomotif global tengah mengalami pergeseran signifikan. Pabrikan mobil asal China diproyeksikan tidak hanya akan mendisrupsi, tetapi secara permanen mengubah peta persaingan global. Analis memperkirakan, jika laju ekspansi saat ini terus berlanjut, merek-merek China berpotensi menguasai sepertiga pangsa pasar global dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Pergeseran ini secara langsung mengancam dominasi raksasa otomotif seperti Volkswagen dan Toyota yang telah memimpin pasar selama beberapa dekade. Catatan Mureks menunjukkan, proyeksi ini didukung oleh analisis terbaru dari UBS, bank investasi dan perusahaan jasa keuangan asal Swiss, yang menyoroti pentingnya ekspansi pasar luar negeri bagi pabrikan China.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Pangsa Pasar Global Berubah Drastis
Menurut estimasi UBS, pasar luar negeri kini menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan industri bagi produsen mobil China, bahkan mencapai hingga 50 persen dari keuntungan mereka di beberapa kasus. Proyeksi UBS tetap tidak berubah dari dua tahun lalu, meskipun ada perlambatan adopsi kendaraan listrik (EV) di Eropa serta munculnya tarif dan proteksionisme terhadap EV China.
Paul Gong, analis utama UBS untuk EV China, mengakui adanya tantangan.






