Selasa, 06 Januari 2026, empat kesebelasan asal Jawa Tengah menghadapi tantangan berat di kompetisi sepak bola nasional. Persijap Jepara dan Persis Solo masih terperosok di zona degradasi Liga Superleague 2025/2026, sementara PSIS Semarang dan Persiku Kudus juga berjuang keras di zona merah Liga Championship 2025/2026. Situasi ini mendorong manajemen dan pelatih untuk melakukan berbagai upaya penyelamatan, termasuk perombakan tim dan perekrutan pemain baru di bursa transfer.
Dua Tim Superleague Berpacu Hindari Degradasi
Persaingan ketat Liga Superleague 2025/2026 menempatkan dua wakil Jawa Tengah, Persijap Jepara dan Persis Solo, dalam posisi genting. Persijap Jepara, yang berjuluk Laskar Kalinyamat, saat ini menempati urutan ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 9 poin dari 16 pertandingan. Mereka mencatat 2 kemenangan, 3 seri, dan 11 kekalahan. Sementara itu, Persis Solo atau Laskar Sambernyawa, berada di posisi juru kunci, urutan ke-18, dengan hanya mengantongi 7 poin dari 16 laga, hasil dari 1 kemenangan, 4 seri, dan 11 kekalahan.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Melihat kondisi ini, Persijap Jepara bergerak cepat dengan mendatangkan pelatih baru, Divaldo Alves, dan mulai berburu pemain anyar. Dua pemain asing dikabarkan siap bergabung, yakni gelandang Aly Ndom dari Prancis dan gelandang serang Borja Herrera asal Spanyol. Pelatih Divaldo Alves menyatakan optimismenya. “Saya optimistis Persijap Jepara akan keluar dari zona degradasi musim ini,” ujarnya.
Persijap Jepara akan melakoni enam pertandingan sisa, dengan empat di antaranya bermain di kandang. Mereka akan menjamu Dewa United (12/1), PSM Makassar (24/1), Madura United (7/2), dan Persebaya Surabaya (21/2). Dua laga tandang akan dihadapi melawan Arema FC (2/2) dan Malut United (13/2).
Tidak berbeda jauh, Persis Solo juga berupaya keras untuk bangkit. Pelatih Kepala Milomir Seslija mengisyaratkan akan mendatangkan pemain lokal baru di jendela transfer ini. Rumor yang beredar, Febri Hariyadi dari Persib Bandung dan Alfriyanto Nico dari Persija Jakarta menjadi incaran Laskar Sambernyawa.
Jadwal enam laga berikutnya bagi Persis Solo meliputi empat pertandingan kandang melawan Borneo FC (23/1), Persib Bandung (31/1), Madura United (13/2), dan PSBS Biak (21/2). Dua laga tandang akan dilakoni menghadapi Semen Padang (11/1) dan PSIM Yogyakarta (6/2).
PSIS dan Persiku Berjuang di Liga Championship
Di Liga Championship 2025/2026, dua tim asal Jawa Tengah lainnya, PSIS Semarang dan Persiku Kudus, juga berada dalam situasi sulit. Keduanya sama-sama menghuni zona merah Grup B (Timur) dengan mengoleksi 8 poin dari 14 pertandingan. Mureks mencatat bahwa Laskar Mahesa Jenar dan Macan Muria masing-masing meraih 2 kemenangan, 2 seri, dan 10 kekalahan, menempatkan mereka dalam posisi rawan tergelincir ke kasta ketiga.
PSIS Semarang, di bawah manajemen baru dengan CEO Datu Nova Fatmawati, telah melakukan perburuan pemain besar-besaran. Sebanyak 11 pemain baru telah bergabung, termasuk Denilson Rodrigues (Brasil), Aldair Simanca (pinjaman dari Borneo FC), Rafinha (pinjaman dari PSIM), serta pemain naturalisasi Beto Goncalves, Esteban Vizcarra, dan Otavio Dutra. Nama-nama lain yang merapat adalah Tegar Infantrie (pinjaman dari Persita), Gustur Cahyo, Wawan Febrianto, Ocvian Chanigio, Fahmi Al-Ayyubi, dan kiper Mario Londok.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza Andhika, menjelaskan, “Keputusan manajemen merekrut Mario Londok merupakan langkah untuk menambah kekuatan di sektor pertahanan, karena kiper berusia 28 tahun itu dipandang punya kemampuan yang mumpuni.”
PSIS Semarang memiliki peluang lebih baik dengan tiga dari empat laga sisa di bulan Januari akan dimainkan di kandang. Setelah tandang ke markas PSS Sleman (10/1), mereka akan menjamu Deltras Sidoarjo (17/1), Persela Lamongan (24/1), dan Kendal Tornado FC (30/1).
Sementara itu, Persiku Kudus juga tidak tinggal diam. Setelah mencopot enam pemainnya, termasuk dua pemain asing, Macan Muria kini tengah menyeleksi pemain baru. Dua pemain asing, Caique Souza dan Jaimerson, terlihat mengikuti seleksi. Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad Amirul Adha, mengungkapkan, “Keduanya masih melakukan cek fisik dan kesehatan, jika tidak lolos masih ada waktu untuk berburu pemain lainnya di musim bursa transfer ini.”
Persiku Kudus akan menghadapi empat pertandingan sisa dengan dua laga kandang melawan Persiba Balikpapan (18/1) dan Persipura Jayapura (30/1), serta dua laga tandang menghadapi Persipal Palu (12/1) dan Kendal Tornado FC (25/1). Mereka harus menyapu bersih sisa pertandingan untuk mengejar Persiba Balikpapan (11 poin) dan Deltras Sidoarjo (21 poin) yang berada di atasnya.
Kedua tim dari Liga Championship ini berada dalam kondisi “hidup dan mati”. Upaya keras di bursa transfer dan persiapan matang di sisa laga menjadi kunci untuk bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia.






