Langkah Maulina Novryliani di kancah sepak bola wanita Indonesia tak pernah benar-benar berhenti. Dikenal akrab dengan sapaan Cici, ia kini mengemban amanah sebagai asisten pelatih Tim Nasional Wanita Indonesia. Peran ini merupakan puncak dari perjalanan panjangnya yang meliputi karier sebagai pemain sepak bola, atlet futsal, hingga staf di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Pengalaman lintas peran inilah yang kini menjadi bekal berharga Maulina dalam tugas barunya bersama skuad Garuda Pertiwi. Tim redaksi Mureks merangkum kisah perjalanan karier Maulina yang ia ceritakan pada Rabu, 7 Januari 2026, di Community Center Pamulang, Tangerang.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Awal Mula di Sepak Bola
Perkenalan Maulina dengan dunia sepak bola dimulai saat ia masih duduk di bangku SMA, tepatnya pada tahun 2003. Ketertarikannya muncul bukan melalui jalur akademi formal, melainkan dari keinginan kuat untuk mencari klub dan berkompetisi.
“Awalnya itu dari kelas dua SMA. Jadi nyari-nyari klub nih, tahun 2003 lah. Itu nyari-nyari klub, kebetulan dapat klub di UNJ,” kenang Maulina.
Bersama klub tersebut, Maulina rutin mengikuti berbagai kejuaraan nasional. Dari sinilah pintu menuju Timnas Wanita Indonesia perlahan terbuka. Ia sempat mengikuti seleksi timnas pada tahun 2004, namun harus menunda impiannya karena fokus menghadapi ujian nasional.
Kesempatan kedua datang setahun kemudian, setelah ia lulus dan berhasil masuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia kembali mengikuti kompetisi dan terpilih lagi.
“Alhamdulillah setelah UN lulus masuk UNJ, terus coba lagi ikut Kejurnas lagi, kepilih lagi,” ucap Maulina.
Puncak karier awalnya terjadi pada tahun 2008, ketika Maulina resmi terpilih memperkuat Timnas Wanita Indonesia di bawah asuhan pelatih Timo Scheunemann.
Antara Sepak Bola dan Futsal
Setelah periode di Timnas Wanita, arah karier Maulina sempat berbelok ke cabang olahraga lain: futsal. Kiprahnya di futsal tak kalah cemerlang, berlangsung dari tahun 2011 hingga 2018. Wanita kelahiran Samarinda, 14 November 1987 ini, tampil di berbagai ajang besar, termasuk SEA Games, Piala Asia Wanita (AFC), hingga kompetisi liga nasional.
Maulina sempat berada di titik sulit ketika harus memilih antara futsal dan sepak bola pada momen yang hampir bersamaan.
“Karena sudah dipilih duluan di seleksi futsal, akhirnya saya izin waktu itu pelatihnya masih almarhum Satya Bagja. Kebetulan Pak Satya juga dosen saya di UNJ. Saya izin ikut futsal dulu, kalau memang rezekinya di sepak bola, nanti saya gabung di sepak bola,” kenang Maulina.
Setelah menyelesaikan tugas bersama tim futsal di ajang AFC, Maulina akhirnya kembali ke sepak bola. Ia memperkuat Timnas Wanita Indonesia di Asian Games 2018. Namun, padatnya agenda di dua cabang olahraga mulai memberi dampak. Hampir satu dekade berkarier sebagai atlet membuatnya berpikir untuk mengakhiri peran sebagai pemain.
“Rasanya kayak ah sudah deh pengin kerja saja gitu. Akhirnya kerjalah di PSSI,” ujar Maulina.
Di PSSI, Maulina ditempatkan di departemen sepak bola wanita, melanjutkan kontribusinya untuk olahraga yang ia cintai dari balik meja.
Kembali ke Lapangan, Kali Terakhir sebagai Pemain
Meskipun telah bergabung dengan PSSI, lapangan hijau rupanya belum sepenuhnya melepas Maulina. Pada tahun 2022, ia kembali dipanggil untuk membantu Timnas Wanita Indonesia oleh Rudy Eka Priyambada, pelatih Garuda Pertiwi kala itu.
“Coach Rudy tiba-tiba ngehubungin saya, ‘Cici kamu mau nggak bantu-bantu saya? Karena di sini butuh senior, kita butuh Cici untuk jadi pemain’… akhirnya ya sudah saya ikut jadi pemain 2022,” katanya.
Piala Asia Wanita 2022 di India pun menjadi panggung terakhir Maulina sebagai pemain sepak bola Timnas Wanita Indonesia. Turnamen tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya, terutama karena berlangsung di tengah situasi pandemi COVID-19.
“Yang paling membekas itu ya udah pasti di India ya AFC… ditambah dengan COVID kan. Jadi udah paling benar-benar ini bangetlah apa dikenang banget,” tuturnya.
Selepas turnamen tersebut, Maulina resmi menutup babak kariernya sebagai pemain sepak bola.
Dari Pemain ke Asisten Pelatih
Setelah gantung sepatu, Maulina memilih fokus di balik layar. Atas arahan sejumlah figur di PSSI, ia mulai menapaki jalur kepelatihan dengan mengambil lisensi C. Proses ini berbuah kepercayaan pada tahun 2024, ketika ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia.
Menariknya, di tahun yang sama, Maulina masih sempat tampil sebagai pemain futsal di Pekan Olahraga Nasional (PON) Banten. Namun, setelah itu, ia benar-benar memutuskan berhenti total sebagai atlet.
“Udah deh, sampai sekarang fokus di ngelatih,” katanya.
Kini, Maulina membawa seluruh pengalamannya—sebagai pemain sepak bola, atlet futsal, hingga staf PSSI—ke dalam peran barunya mendampingi Timnas Wanita Indonesia. Baginya, rasa bangga membela negara tak pernah berubah, meski perannya kini berbeda.
“Bangga banget ya yang pasti,” kata Maulina. “Setidaknya sudah ngasih yang terbaiklah buat Indonesia itu,” pungkasnya, menunjukkan dedikasi yang tak lekang oleh waktu.






